Qurban, Jembatan Penghubung Manusia dan Tuhan

 

GEMA JUMAT, 24 AGUSTUS 2018

HARI Raya Idul Adha setiap 10 Dzulhijjah disebut sebagai Hari Raya Haji. Pada tanggal tersebut kaum muslimin di seluruh dunia sedang wukuf di Arafah. Antusiasme warga negara dan masyarakat kita memang luar biasa. Mereka rela menunggu bertahuntahun untuk berangkat ke Tanah Suci Mekkah demi menunaikan Rukun Islam kelima itu.

Kuota keberangkatan haji yang tidak pernah tersisa mengisyaratkan banyak masyarakat Indonesia, yang memang mayoritas beragama Islam, mampu dari segi ekonomi.

Untuk musim haji 2018, Aceh mendapat kuota tetap sama dengan 2017 yakni sebanyak 4.393 orang.

Jumlah itu sudah ditetapkan oleh Menteri Agama RI. Pada musim haji tahun ini tidak ada penambahan kuota karena lebih fokus pada perbaikan pelayanan untuk jamaah. Sedangkan Daftar tunggu masih tetap sama, hingga 25 tahun. (Kanwil Kemenag Aceh).

Melihat kenyataan tersebut, apakah mengisyaratkan bahwa pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia memang membaik? Rupanya hal itu tidak mesti menandakan kondisi nyata ekonomi masyarakat Indonesia. Ramainya pelaksanaan ibadah haji yang menjadi sorotan di media cetak maupun elektronik turut menggugah kesadaran kita bahwa banyaknya warga negara Indonesia yang berangkat melaksanakan ibadah haji berbanding lurus dengan angka kemiskinan yang tercatat lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Data terakhir dirilis Badan Statistik (BPS) Provinsi Aceh pada Bulan Maret 2018 lalu, jumlah penduduk miskin di Aceh mencapai 839 ribu orang  atau sebanyak 15,97 persen, bertambah sebanyak 10 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2017 yang jumlahnya 829 ribu orang atau sebanyak 15,92 persen.

Sedangkan jika dibandingkan dengan Maret tahun sebelumnya terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 33 ribu orang atau sebanyak 16,89 persen. Selama periode September 2017 – Maret 2018, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan mengalami kenaikan, di perkotaan mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen dari sebelumnya 10,42 persen menjadi 10,44 persen, dan di daerah perdesaan mengalami kenaikan 0,13 persen dari sebelumnya 18,36 persen menjadi 18,49 persen.

Qurban dan Kemiskinan Kepala Baitul Mal Kota Banda Aceh, Tengku Safwani Zainun, S.Pd.I mengatakan jika pada Hari Raya Idul Fitri umat Islam diwajibkan dengan membayar Zakat Fitrah, sementara pada Hari Raya Idul Adha, selain menunaikan kewajiban Ibadah Haji bagi yang mampu, juga disunahkan menyembelih hewan qurban.

Menurut Tgk Safwani, Zakat dan qurban dipercaya bisa menjadi solusi dalam mengatasi kemiskinan di kalangan umat Islam. Ia menilai, bila zakat ada syarat-syarat bagi muzakki atau pemberi zakat yang harus dipenuhi, maka kurban bisa dilakukan siapa saja. Kebaikan dari berkurban bisa dilakukan oleh setiap keluarga. Bahkan menurutnya, kurban tak sekadar menjalankan tuntunan agama namun ada prinsip tolong menolong dan saling membantu antar kelompok ekonomi dan masyarakat.

“Jika semua berqurban, bayangkan bila ini semua dilakukan dampaknya luar biasa. Kemiskinan bisa ditekan,” jelas Safwani, kepada Gema Baiturrahman, Kamis (23/8).

Safwani menambahkan, Apabila ditinjau dari sisi ekonomi, kurban dapat mengurangi kesenjangan sosial diantara masyarakat. Sedangkan ditinjau dari segi konsumsi, berkurban dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Meski berkurban hukumnya sunnah, namun Rasulullah meminta kepada orang kaya yang tidak berkorban agar tidak mendekati masjid-masjid.

Bukan Sekadar Ritual Tradisi berkurban di Hari Raya Idul Adha memberikan pelajaran mengenai sikap berbagi pada orang lain. Sikap itulah yang menjadi cermin khas perayaan Idul Adha yakni menyembelih hewan kurban untuk dibagikan kepada orang lain. Begitu ulas, Yunita Puspitasari, Mahasiswi Universitas Negeri Semarang, dalam tulisan berjudul, ‘Ibadah Kurban bukan Sekadar Ritual’, dimuat tribunnews (16/9).

Berlimpahnya nikmat dan karunia yang diberikan Tuhan kepada umatnya hendaknya dimaknai dengan bersedia melakukan pengorbanan, yakni berkurban. Ibadah kurban sebagaimana yang diperintahkan Tuhan merupakan jembatan menuju Tuhan dan jembatan yang menghubungkan antarmanusia. Kurban sebagai jembatanyang menghubungkan kepada Tuhan karena di dalamnya dituntut adanya keikhlasan.

Adanya rasa ikhlas di dalam menjalankan ibadah menjadi sarana penyadaran diri akan tanggunhjawab pada Tuhan dan sesama manusia. Adapun jembatan yang menghubungkan dengan orang lain diartikan bahwa kurban mengajarkan mengenai rasa solidaritas terhadap sesama manusia. Membagikan daging kurban kepada orang lain merupakan bentuk solidaritas yang tinggi yang hendaknya diimplentasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Terlebih bila melihat kembali angka kemiskinan di negeri ini yang cukup tinggi. Hal itu menegaskan, tradisi kurban mampu mengurangi angka kemiskinan. Momentum perayaan Idul Adha diharapkan menggelorakan semangat untuk bersama mengentaskan kemiskinan. Dalam ibadah berkurban terdapat makna tentang berbagi. Bila seluruh masyarakat Indonesia menyadari pentingnya berbagi, maka tidak mustahil kemiskinan di negeri ini bisa segera diatasi. Proses kurban adalah bentuk partisipasi masyarakat terhadap pembangunan. Seluruh masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan kurban juga turut berpartisipasi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sesungguhnya makna berkurban lebih luas dari hanya sekadar ritual penyembelihan hewan ternak. Di tengah realitaskemiskinan yang mendera negara ini, makna berkurban perlu ditafsir ulang dan dikaitkan dengan kehidupan sosial masyarakat Indonesia sekarang. Kurban dimaknai sebagai upaya pengentasan kemiskinan dari rumitnya permasalahan ekonomi dengan harapan mampu meningkatkan derajat kehidupan sosial.

Pada dasarnya Islam mengajarkan untuk memahami kondisi sosial yang ada di sekitar daripada hanya ritual saja. Maka, sudah saatnya kita mulai menyadari pentingnya memahami keadaan sosial di lingkungan kita daripada hanya terpaku pada ajaran agama tanpa penafsiran. Sudah saatnya memaknai makna ajaran Agama Islam dengan sebenar-benarnya dan semestinya. [Marmus/Dbs

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!