Siapkan Qurban Terbaik Anda

GEMA JUMAT, 21 JUNI 2019

Kurban merupakan ibadah sunnah muakadah (sangat dianjurkan) bagi seorang hamba yang mampu. Ditinjau dari segi bahasa, kurban artinya dekat. Disebut juga dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah, artinya binatang ternak yang disembelih sebagai bentuk upaya seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah.

Penceramah Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Ustaz Tamlicha Hasan Lc mengatakan, praktek kurban sudah disyariatkan sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul. Kurban pertama dalam sejarah manusia dipraktekkan oleh putra Nabi Adam, yakni Qabil dan Habil. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Alquran Surat Al-Maidah ayat 27 di mana Allah hanya menerima kurban Habil karena keikhlasannya.   

“Bagi yang ikhlas berkurban menjadi hamba muttaqin, yang tidak ikhlas menjadi orang merugi sehingga menyesal di dunia dan taubat atau menyesal di akhirat,” ucapnya kepada Gema Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (20/6).

Ia menjelaskan bahwa hewan ternak yang dikurbankan seperti kambing dan sejenisnya, sapi dan sejenisnya, dan unta. Ada empat kriteria hewan kurban yang tidak diterima Allah, yaitu rusak matanya, sakit dan nyata sakitnya, pincang kakinya, kurus dan tidak memiliki lemak sama sekali.

Kurban memiliki hikmah, seperti wujud rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan sehingga timbul keinginan membagikan nikmat tersebut. Sehingga timbul rasa persatuan di antara sesama umat Islam karena sudah saling berbagi. Melalui kurban ini pula orang yang kurang mampu bisa menikmati makan daging. Sementara bagi pemberinya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah.

“Makna kurban sebagai bentuk pengorban terhadap pengikisan sifat kikir dengan memberikan harta yang sangat mulia bagi seseorang. Ternak menjadi salah satu yang paling mulia,” tuturnya.

Merencanakan Kurban

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak masyarakat merencanakan kurban sejak dini. “Semua orang bisa berkurban, penting bagi kita merencanakan dengan baik sehingga bisa kita laksanakan tanpa terasa berat,” ujar Kepala ACT Aceh Husaini Ismail.

Ia menjelaskan bahwa ACT Aceh memiliki program pendistribusian kurban ke seluruh wilayah di Aceh beserta di luar negeri. Sejak 2012 hingga 2018, ACT sudah mendistribusikan hewan kurban ke 43 negara. Penerima manfaatnya mencapai 2.134.647 jiwa.

Demi memudahkan kurban, ACT memiliki program tabungan kurban dan kurban progresif. Dalam program tabungan kurban, pekurban dapat menabung untuk membeli hewan kurban. Melalui program tabungan, pekurban dapat memutuskan sendiri besaran tabungan per bulan, waktu pelunasan, dan cara pembayarannya. Setiap bulannya pekurban akan mendapatkan laporan jumlah tabungan yang dimiliki.

“Istimewanya lagi, pekurban akan mendapatkan harga istimewa sesuai periode pelunasan,” lanjutnya.

Sementara program kurban progresif, juga bertujuan memberikan kemudahan kepada setiap pequrban untuk berqurban dengan harga yang lebih murah. “Harga khusus menanti untuk yang menunaikan qurban lebih awal. Harga akan terus berubah setiap bulannya (progresif) seiring mendekati hari Idul Adha,” pungkasnya.

Ia menuturkan bahwa pendistribusian kurban alangkah baiknya ke daerah yang minim pelaksanaan kurban. Umumnya kurban di daerah perkotaan sudah mencukupi, sedangkan di kawasan pelosok tidak demikian. “Kita di kota atau kampung, mungkin kita sudah terbiasa makan daging dan berlebih. Sementara  di daerah terpencil atau saudara muslim di Somalia, Suriah yang kurang beruntung, sekerat daging sangat berharga,” ucapnya.

Oleh karena itu ACT siap mengembankan amanah untuk menyalurkan kurban ke daerah terpencil atau pengungsi di negera muslim yang sedang dirundung duka.

Ketua Umum DPW Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Mulia Rahman menuturtkan bahwa antusiasme masyarakat Banda Aceh berkurban ke daerah semakin tinggi. “Dengan memanfaatkan media massa, media sosial, dan lingkungan masjid, kita ingin mensyiarkan kurban,” lanjutnya.

Ia menambahkan, target kampanye merupakan masyarakat di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar, termasuk instansi pemerintahan. Pemahaman yang berkembang di kalangan masyarakat bahwa berkurban cukup sekali. “Kita mengajak masyarakat agar merencanakan kurban setiap tahun,” imbuhnya.

Hewan kurban yang sudah dihimpun akan didistribusikan ke daerah pedalaman yang sedikit hewan kurbannya atau tidak ada sama sekali. Sehingga masyarakat merasa bahagia bisa menikmati daging kurban. Zulfurqan

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!