Tugu Tewasnya Kohler di Masjid Raya Perlu Reposisi

GEMA JUMAT, 19 APRIL 2019

Ketua Yayasan Daruddunia Aceh, Cut Putri mengatakan peristiwa tewasnya Jenderal Rudolf Kohler di halaman Masjid Raya Baiturrahman pada 14 April 1973 oleh pahlawan perang Aceh merupakan peristiwa yang diukir dengan tinta emas oleh masyarakat dunia sehingga negeri Aceh terkenal di seantero dunia. “Prasati Kohler di halaman masjid raya adalah satu-satunya pengingat peristiwa besar tersebut yang masih dipertahankan keberadaannya hingga kini, walau telah dipindahkan dari tempat aslinya,” kata perempuan perekam video bencana tsunami 26 Desember 2004, yang karena keberaniannya tersebut tsunami Aceh dikenal ke suluruh penjuru dunia dengan cepat.

Cut Putri mengomentari hal tersebut saat  menghadiri acara peringatan 146 tahun kemenangan tentara Kesultanan Aceh Darussalam melawan Belanda. Ia bersama perwakilan organisasi yang berbasis kebudayaan lainnya, seperti Peusaba Aceh, PuKAT, ALIF, dan Aliansi Pengamat Aceh, Minggu, (14/4) datang bersilaturrahmi dengan pengurus Masjid Raya Baiturrahman. Ia meminta agar akses ke prasasti tewasnya Kohler dapat dengan mudah diketahui pengunjung. Harapan ini ternyata disambut baik oleh imam besar Masjid Raya Baiturrahman Prof Dr. H. Azman Ismail, MA.

Cut Putri dan kawan-kawan mengunjungi lokasi tewasnya Jenderal Kohler oleh pahlawan heroik Aceh Teuku Nyak Raja Luengbata Panglima Dalam Kesultanan Aceh Darussalam, yang terletak di tepi pagar gerbang bagian utara masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang dulu mudah ditandai dengan pohon Geulumpang atau pohon Kohler. “Telah terkenal sejak lama bahwa ikon Masjid Raya adalah pohon Geulumpang besar yang terletak di halaman masjid yang di bawah rindang daunnya ada prasati sederhana yang disebut prasasti Kohler sebagai penanda pernah terjadi sesuatu yang dahsyat di sana,” kata Cut Putri.

Sayangnya letak prasasti tersebut kini berada jauh di ujung sudut halaman masjid. “Dengan posisi yang agak tersembunyi sedemikian rupa, dipastikan kini tak ada lagi orang yang mendatangi prasasti tersebut kecuali yang khusus mencarinya,” tambahnya.

Oleh karena itu ia mengharapkan agar pihak-pihak terkait dapat segera mereposisi letak prasasti Kohler tersebut atau membuka akses yang lebih memudahkan bagi pengunjung untuk dapat mengunjungi prasasti Kohler untuk mengenang kembali bagaimana para pahlawan Aceh yang membela agama, hjusa dan bangsa berjuang dan mengorbankan jiwa raganya. (Bas)

Hasil gambar untuk prasasti Kohler

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!