Pandai Melihat Peluang Rezeki

GEMA JUMAT, 25 JANUARI 2019

Oleh: Nurjannah Usman (Ketua Fatayat NU Banda Aceh)

“Tapak jak urat meunari na tajak na raseuki.” Pepatah yang lain menyatakan, “Menyoe ta tem usaha adak hana kaya taduek seunang,” begitu pribahasa bahasa Aceh untuk memotivasi manuasia agar rajin bekerja mencari rezeki untuk diri dan keluarganya karena Allah.

Dalam hadits  riwayat Tabrani, Ibnu Adi mengatakan,“Pergilah awal pagi untuk mencari rezeki dan keperluan karena pagi membawa keberkatan dan kejayaan,” perlu rajin dan ulet dalam berusaha mencari rezeki yang halal.

Jangan terlalu pilih dan mengharap pada pemerintah untuk memberikan kerja. Karena itu mustahil tercapai apabila melihat data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh, jumlah penduduk tahun 2016 mencapai 5.096.248 Jiwa, sementara Angkatan kerja per Februari 2018 hanya 2.354.247 Jiwa.

Dari data diatas sekitar 2.742.001 jiwa tidak tersedia peluang kerja baik di pemerintahan maupun swasta. Jadi harus pandai mencari peluang usaha mandiri jangan sampai dapat menambah angka penduduk miskin dan pengangguran yang semakin hari semakin bertambah di bumi Serambi Mekah ini.

Berdasarkan data tersebut dapat menjadi rujukan, agar tidak hanya mencari kerja dimana tempat yang sudah disediakan pemerintah maupun swasta saja, melainkan pandai membuka lowongan kerja milik sendiri. Karena itu terlalu kecil untuk diperjuangkan, sehingga tumbuh hal negatif lainnya seperti KKN dan sebagainya karena berebut kerja ditempat yang sama.

Sementara kita lupa Aceh ini bumi kaya, dapat mencari rezeki terkadang hanya dalam pekarangan rumah dengan usaha bertani, itu juga menjanjikan jika dikerjakan dengan fokus dan yakin. “Kalau kita mau, selalu ada yang bisa kita panenkan, setiap saat, seperti bayam, kangkung dan sawi,” ucap petani Lambaro wangan suatu ketika kepada penulis.

Jika semua orang Aceh sadar akan rezeki itu ada dimana-mana, bukan hanya mengharap pada yang punya kuasa. Allah sudah menjamin rezeki setiap orang. Tapi, bukan berarti manusia lantas hanya berpangku tangan. Dalam hidup perlu memenuhi kebutuhannya, maka harus bekerja untuk mencari nafkah, mengupayakan rezeki dari Allah.

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.” (Q.S. An-Najm : 39). Di surat yang lain Allah berfirman “Tidak ada satu makhluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya.” (Q.S. Hud : 6).

Allah telah menjamin rezeki makhluk dimanapun dia berada, jangan ragu pada janji Allah dan selalu berbaik sangkalah pada Allah dalam upaya mencari rezeki. Pandai-pandai kita memanfaatkan pekarangan rumah, tanah-tanah kosong dapat disunglap menjadi kebun yang ada masa panennya yang menjanjikan rezeki masa depan.

Manfaatkan peluang yang ada untuk mulai berbisnis kecil-kecilan seperti jualan, membuka tempat-tempat les untuk anak-anak, usaha tani, kebun, melaut, jual jasa, menciptakan karya-karya yang bermanfaat yang punya harga jual dan ibadah.

Utamakan ibadah, kemudian priotritas mencari rezeki. Asal jangan terbalik kerja prioritas utama kemudian Ibadah. Karena jika manusia tidak taat kepada Allah rezekipun tidak berkah dan selalu merasa kekurangan dalam membelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Tetapi apabila manusia taat kepada Allah maka Allah akan melipat gandakan rezekinya. Dan selalu merasa brkecukupan dalam menjalani kehidupan didalam dunia ini. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (Q.S. Ibrahim : 7).

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!