Berhaji Tetap Waspada

GEMA JUMAT, 5 JULI 2019

Mulai Jumat depan, jamaah haji mulai memasuki asrama haji di seluruh Indonesia. kepastian terbang berhaji adalah hal yang sangat dinanti-nantikan. Setelah menabung bertahun-tahun,  dan antre akhirnya bisa berhaji. Butuh dana dan kesabaran besar untuk bisa berhaji. 

Sebaliknya, jika memiliki fulus, bisa berhaji dengan ONH Plus yang kira-kira masa tunggu sekitar 1 tahun dengan bayaran di atas Rp 180 juta per jiwa serta masa tinggal di Mekkah dan Madinah lebih singkat lagi dan hotel lebih dekat dengan Masjid Madinah dan Masjid Haram. 

Sedangkan yang berhaji dengan ONH  biasa, perlu masa tunggu di atas 10 tahun dengan masa tinggal 40 hari serta tempat tinggal dengan jarak lebih dari 1 kilometer dari Masjid Madinah atau Masjid Haram.

Berhaji atau berumrah adalah ibadah yang menyenangkan. Menunaikan ragam ibadah di dua masjid yang nilai pahalanya sangat besar. Berhaji atau berumrah butuh keinginan, kegigihan, dan kesehatan fisik kuat. Melakukan thawaf dan sa’i jika diukur mencapai sekitar 3 kilometer plus ditambah berjalan dari tempat penginapan ke Masjid Haram dan sebagainya sekitar lebih dari 500 meter. Pada dasarnya berhaji bisa selesai dalam waktu 3 hari jika kendaraan lengkap. Yang membedakan haji dengan umrah yakni  haji ada wukuf di Arafah dan hanya bisa dilaksanakan pada waktu tertentu. Sedangkan umrah tidak ada wukuf dan tidak terikat dengan waktu.

Selalu ada magnit setelah berumrah dan berhaji. Ingin selalu kembali ke Baitullah menikmati perjalanan ibadah yang penuh emosional. Memandang Ka’bah selalu bikin air mata mengalir dan tersedu-sedu.  Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda: “Melihat tiga perkara adalah ibadah. Melihat wajah ibu bapak, melihat al-Quran dan melihat lautan.”  (HR. Abu Nuaim) dan ditambah “Melihat Ka’bah”. (HR. Abu Daud).

Selama berhaji tetap waspada dari hal-hal yang tidak diinginkan. Berdasarkan pengalaman penulis berumrah tahun 2011 dan 2019, ada beberapa hal yang menjadi catatan. Pertama, ketika thawaf, ada tawaran  dari warga Indonesia untuk membantu mencium  Hajar Aswad. Penulis tanya berapa tarifnya? 

Kadangkala jamaah  haji berpikir ini gratis dengan tawaran itu. Pemandu umrah mengingatkan berhati-hati dengan tawaran tersebut sebab setelah dibantu mencium Hajar Aswad, mereka itu menentukan tarif hingga ratusan riyal. Ada unsur pemerasan kepada jamaah haji.

Ketika saya umrah pada 2019, usai shalat di Masjid Haram, seorang remaja berbicara dalam bahasa Inggris campur bahasa Arab yang intinya dia pelajar yang butuh uang. Jika tidak mau mengeluarkan riyal, maka cukup katakan la alias tidak. Pemandu umrah menyatakan mereka yang mengaku pelajar dari Palestina itu diragukan. ada banyak modus untuk mencari uang di dalam Masjid Madinah atau Masjid Haram.

Bagaimana agar sandal atau barang-barang tidak hilang di masjid? Sandal yang dibungkus dalam plastik/kantong plastik ditempatkan di kotak dekat Anda shalat.  Ke masjid bawa uang secukupnya -tanpa bawa paspor –  dalam tas yang kecil. Begitu masuk ke masjid,  ada banyak kotak  untuk menitip sandal dan sebagainya. Jika Anda menyimpan sandal di kotak yang jauh dari tempat shalat, harus kuat ingatan atau memotret nomor kotak agar tidak lupa. Ingat selalu nomor pintu/gate  agar tidak sesat atau jauh memutar kembali ke penginapan.

Gimana dengan tas kecil yang Anda bawa? Letakkan di depan  sajadah  karena itu lebih aman. Waspada di mana pun berada dengan menyimpang uang, kunci hotel/penginapan atau telepon seluler dalam tas kecil yang selalu melekat di tubuh. Tidak disarankan menyimpang di saku karena bisa saja ketika berdesak-desak ketika thawaf atau sa’i bisa jatuh.  Jika Anda kehilangan sandal atau lainnya selama berhaji, maka ini adalah kelalaian dan sebagai teguran agar lebih waspada lagi. [Murizal Hamzah]


comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!