Gubernur Aceh: TTG Nasional Tahun Ini Lebih Istimewa

Gema JUMAT, 9 Oktober 2015

GUBErNUr Aceh Zaini Abdullah mengatakan pergelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) tahun ini telah memasuki tahun ke-17. Kegiatan ini menjadi sangat istimewa sebab Gelar TTG dilaksanakan bersamaan dengan Pekan Inovasi Pembangunan Desa (PIN Desa) yang pertama.

“Tentu saja ini menjadi kebanggaan bagi Aceh sebagai tuan rumah, karena bisa menyatukan dua kegiatan ini dalam sebuah event kolosal yang mendapat dukungan dari berbagai wilayah di Indonesia,” kata Zaini saat memberi sambutan pembukaan di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Kamis (08/10).

Katanya, PIN Desa dan Gelar TTG Nasional ini semakin meriah lagi, sebab disatukan pula dengan penyelenggaran Gelar TTG Se-Aceh ke-10. Itu berarti perwakilan dari semua Kabupaten/Kota Se-Aceh terlibat dalam kegiatan ini, menyatu dengan para peserta yang datang dari berbagai wilayah di tanah air.

Gubernur juga merasa terhormat sebab pada kegiatan PIN Desa dan Gelar TTG tahun ini, Aceh tepatnya Kota Banda Aceh, mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah.

“Semoga kegiatan ini dapat memberi daya dorong yang kuat bagi kita untuk memajukan desa di Indonesia khususnya Aceh, mengingat sekitar 70 persen penduduk Aceh tinggal di wilayah pedesaan dengan sektor pertanian sebagai mata pencarian utama,” ujar gubernur.

Gubenur menambahkan, sebagaimana dicanangkan Presiden dalam Program Nawa Cita, dewasa ini lebih banyak difokuskan pada kawasankawasan pedesaan. Hal ini pantas didukung bersama,                   sebab sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia banyak terdapat di wilayah pedesaan.

“Dengan membangun desa, maka kita tidak hanya menciptakan pemerataan pembangunan, tapi kita juga dapat membuktikan bahwa pergerakan ekonomi Indonesia tidak hanya di kota-kota besar. Desa justru menjadi penopang ekonomi utama nasional yang harus kita perkuat,” ungkapnya panjang lebar.

Selanjutnya, keberadaan UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 yang mulai diterapkan tahun ini telah membuka ruang bagi desa untuk mengoptimalkan potensi yang ada di wilayahnya. Tentu saja langkah itu akan diperkuat pula dengan program nasional dan program daerah dalam rangka penguatan ekonomi desa. Dengan program simultan dari berbagai arah, kita yakin desa-desa di Indonesia mampu menunjukkan identitasnya sebagai basis ekonomi rakyat guna memperkuat ekonomi nasional.

Dalam rangka mendorong kemajuan desa, kita tentu tidak bisa jauh dari penerapan teknologi guna mendukung efektivitas, efisiensi dan produktivitas kerja. Inovasi teknologi ini tidak hanya didominasi negara-negara maju, sebab tidak sedikit putra putra bangsa kita yang justru mampu menciptakan kreasi teknologi yang patut dikembangkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Guna memberi ruang bagi pengembangan kreativitas anak bangsa ini, Pemerintah setiap tahun menggelar Pameran Teknologi Tepat Guna (disingkat Gelar TTG) sebagai upaya untuk mendorong penerapan teknologi dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat.

Di event ini, tidak hanya ada pameran di bidang inovasi teknologi dan pembangunan, tapi juga tersedia forum dialog bisnis, diskusi, seminar dan kegiatan ilmiah lainnya yang memberi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan berbagi pengetahuan, sehingga inovasi teknologi ini dapat diterapkan guna mendukung pergerakan ekonomi masyarakat desa. Karena itu sangatlah tepat jika kegiatan ini mengusung tema “Melalui Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional 2015, kita tingkatkan Kemandirian Desa dan Kesejahteraan Masyarakat menuju Kemajuan Bangsa”.

Tema ini katanya mengandung makna bahwa Pembangunan Desa tidak lagi hanya sebatas slogan, tapi harus terlaksana dalam konsep yang rill. “Kita berharap Program prioritas Pemerintah sebagaimana tertuang dalam Nawa Cita mampu menjadi pemicu bagi kebangkitan desa-desa di seluruh Indonesia. Kebangkitan ekonomi desa dengan menerapkan teknologi maju, itulah harapan kita semua,” tutupnya. Hayat

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!