Guruku

GEMA JUMAT, 30 NOVEMBER 2018

Oleh: Nurjannah Usman

“…tak bisa baca tulis mengerti banyak hal guruku terimakasih…” begitu nyanyian terdengar suara anak-anak usia dini di play group menyanyikan lagu untuk berterima kasih kepada gurunya yang telah mendidik dan mengajarkannya banyak hal. Begitu besar jasa guru dalam mendidik anak-anak hingga tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.

Sehingga Islam sendiri memberikan tempat dan derajat yang tinggi bagi para guru sebagaimana hukum menuntuk ilmu. Sebab mereka termasuk kedalam golongan orang-orang berilmu yang selalu mengamalkan ilmunya sebagai fungsi iman kepada Allah SWT.  Sebagaimana Firman Allah Swt: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mujadalah 11).

Guru bukan hanya sekedar sebuah profesi, melainkan nilai esensi yang terkandung didalamnya memiliki tugas dalam menyebarluaskan ilmu yang bermanfaat. Tentunya hal ini menjadi ladang pahala yang akan selalu mengalir meskipun sang guru nantinya sudah berpulang ke pangkuan Allah SWT.

“profesi yang tidak henti-hentinya mengalir pahala adalah guru, dimana jika kita mengajarkan seorang murid, lalu murid itu mengajarkan 10 murid yang lain, lalu berlanjut secara terus menerus, coba bayangkan sebanyak apa palaha yang Allah berikan jika dilakukannya dengan ikhlas karena Allah,” motifasi Ustadh Ramadhanus beberapa tahun silam. Benar-benar pekerjaan yang sangat mulia dan menjadikan ladang pahala bagi kita kembali menghadap Allah SWT.

Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang manusia telah meninggal maka terputuslah amalannya kecuali 3 hal yaitu: Shodaqah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau  anak sholeh yang mendo’akan orang tuanya”.

Pandangan Islam terhadap guru sangat mulia diantaranya: Mendapat derajat yang tinggi, memiliki Ilmu yang bermanfaat, menjaga diri, memperoleh kebaikan yang berlimpah, sama dengan pahala amalan sedekah.

Dihadist yang  lain Rasulullah Saw juga bersabda: “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mepelajari al-Quran dan mengamalkanya.” (H.R. Bukhari). Apalagi pengajar cara baca Al-Quran dari mulai mengenal huruf ijaiyah yang sangat luar biasa rumitnya, hal ini biasanya sang ibu yang menjadi guru idaman bagi anak-anaknya.

Lalu kita melihat banyak realita dalam kehidupan sehari-hari terkadang murid teraniaya oleh guru dan guru dituntut oleh wali murid. Itu perlu diperhatikan lagi profesi yang dijalankan sekarang ini sudah benar-benar sesuai koridor dan ikhlas sebagai pendidik bukan hanya pengajar.

Jadi sangat wajar jika profesi guru itu begitu tinggi nilainya dalam pandangan Islam. Menjadi guru itu sangat besar beban moral yang harus ditanggung oleh personal, selain menjadikan didikannya yang cerdas juga harus mendidik akhlaknya sesuai ajaran Rasulullah Saw.

Jika sang murid salah langkah dan terkadang terjerat hukum guru juga ikut terlibat disamping beban jiwa juga dirasakan oleh sang guru. “Hari ini ujian semoga anak-anak kami mampu menjawab soal-soal yang kami berikan,” salah satu status di medsos. Dari status tersebut terlihat bahwa sang guru juga ikut berjuang mendoakan agar anak-anak didiknya mampu dan cerdas.

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!