Jumat 73 Tahun Lalu

GEMA JUMAT, 17 AGUSTUS 2018

Oleh: Murizal Hamzah

Hari ini, 17 Agustus 2018 bersamaan dengan Jumat 17 Agustus 1945.  Hari bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Sukarno-Hatta atas desakan pemuda membaca teks proklmasi. Ini pernyataan ke seluruh dunia bahwa Indonesia sudah menyatakan kemerdekaan. Sebutan merdeka bukan berarti Indonesia lepas dari kolonial Belanda.

Sementara Belanda mengakui Indonesia merdeka pada 27 Desember 1949 dengan bukti Belanda angkat kaki dari Nusantara. Itu pun terjadi setelah negara ini menyatakan bersedia membayar utang kepada Belanda sebagia kompensasi kepada Belanda yang telah membangun irigasi, jalan-jalan, rel kereta api, gedung dan sebagainya. Utang selama puluhan tahun itu lunas pada masa pemerintahan SBY. Setiap tahun dicicil untuk membayar utang.

Sebagaimana diketahui, Jumat 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 H. Momentum paling menentukan dan paling diingat dalam sejarah Republik Indonesia terjadi pada bulan suci. Sukarno menyatakan “17 angka suci. Pertama, kita di bulan suci Ramadan, waktu kita berpuasa sampai Lebaran. Mengapa Nabi Muhammad SAW memerintahkan 17 rakaat, bukan 10, atau 20? Karena kesucian angka 17 bukan buatan manusia.”

Pemuda menculik Sukarno dari rumahnya di Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat, dan dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, Kamis subuh 16 Agustus 1945. Seharusnya pada Kamis, 16 Agustus 1945 pukul 10 pagi ada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia membicarakan susunan kata-kata dari naskah proklamasi.

Jumat dini hari, 17 Agustus 1945. Sukarno-Hatta mengadakan rapat di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda orang Jepangyang bersimpati pada Indonesia. Berbekal nasi goreng, roti telur, dan ikan sarden untuk teman sahur, rapat semalam suntuk itu berakhir. Para pemimpin memutuskan proklamasi dikumandangkan di halaman rumah Bung Karno pukul 10.00. Upacara proklamasi itu tanpa protokol. Tidak ada yang ditugaskan, tidak ada persiapan, dan tanpa rencana. Dan tentu saja tidak makan-makan atau kopi setelah membaca proklamasi karena bulan Ramadhan.

Proklmasi tanpa persiapan. Fatmawati istri Sukarno menjahit bendera yang kemudian dipasang di tiang bambu pada upacara proklamasi nan sederhana. Proklamasi dilaksanakan secara terburu-buru. Hal ini bisa ditelusuri dari teks proklamasi:

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Sehari setelah membaca proklamasi, Sukarno dilantik menjadi presiden dan Hatta sebagai wakilnya. Lantas, apa perintah pertama sang presiden Republik Indonesia ini?

Dalam autobiografinya, Sukarno berkisah pulang pada petang hari dan melihat pedagang sate tak berbaju. Sukanor memesan, “Sate ayam 50 tusuk.”

Setelah itu, Sukarno jongkok dengan lahap dekat selokan, menyantap menu berbuka puasa.

Bagi rakyat Aceh, sebelum tanggal 17 Agustus, ada  peringatan 15 Agustus yang dirayakan setiap tahun. Perdamaian antara GAM-RI diteken di meja perjanjian Helsinki pada Senin, 15 Agustus 2005 atau 7 bulan 20 hari setelah gempa dan smong, Minggu, 26 Desember 2004.

Dua momen itu 15 dan 17 Agustus menjadi momentum untuk bersyukur bahwa dengan berdamaian, maka ibadah dan kehidupan bisa dilaksanakan secara sempurna. Selamat merayakan 13 Tahun Perdamaian Aceh dan 73 Tahun Kemerdekaan  RI.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!