Maulud di Era 4.0

GEMA JUMAT, 8 NOVEMBER 2019

Besok, Sabtu, 19 November 2019 menunjukkan almanak merah. Artinya Hari Libur Nasional. Besok libur berkaitan dengan Maulud Nabi Muhammad SAW.  Kegiatan ini adalah rutin setiap tahun dihelat. Ulang kaji agar umat bisa selalu mengikuti perilaku Rasulullah dalam berdakwah  atau  kehidupan sehari-hari. 

Hal yang selalu digaungkan oleh perceramah yakni selalu mengajak semua pihak untuk merenung lebih dalam bahwa Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Rasulullah membawa umat manusia keluar dari dhulumat (kegelapan) menuju nur (terang benderang). Semua hal dilakukan oleh Nabi secara santun, lembut,  dan penuh kasih sayang. Mengajak kepada kebaikan dibutuhkan kesabaran.

Umat Islam diwajibkan mengikuti teladan Rasulullah. Sebut saja adab Nabi dalam mengemban misi rahmatan lil alamin, dan menjaga ukhuwah di kalangan warga masyarakat.  Ukhuwwah umat itu sangat diutamakan agar bisa menyelesaikan persoalan umat. Dalam Islam, perbedaan ideologi politik tidak boleh  memutuskan silaturrahmi. 

Segala caci maki yang terlontar ketika kampanye harus  berakhir dan selayaknya tidak boleh ada teumeunak  karena berbeda pandangan dalam memilih calon presiden atau anggota dewan. Itu semua adalah panggung sandiwara politik. Tidak percaya? Sekarang idola yang Anda puji berbulan-bulan sudah bersatu dengan lawan politiknya. Sementara di masa kampanye ada puluhan warga yang diadili karena sebarkan fitnah atau pencemaran nama baik. Kini mereka terseok di penjara tanpa ada yang peduli. Jika saja warga bisa mengamalkan teladan Nabi, maka tidak  ada nasib warga yang berakhir di penjara. Idola Anda masuk istana dan Anda masuk sel.

Salah satu dari semangat lahirnya Nabi Muhammad SAW yakni dibutuhkan keberanian untuk hijrah dari sifat pendendam kepada kasih sayang atau memaafkan.  Hijrah dari  pemarah kepada kesabaran, hijrah dari hal-hal yang terjadi di seberang samudra ke hal-hal yang terjadi di sekitar rumah Anda atau 40 rumah di lingkungan tempat tinggal.  Peduli pada derita umat yang tinggal ribuan mil dari rumah tidaklah salah. Namun untuk peduli pada saudara  seaqidah yang tinggal ribuan mil dengan Anda,  peduli pada saudara terdekat, adakah  saudara  kandung yang butuh pertolongan atau warga sekitar gampong. jangan sampai terjadi  semut di seberang lautan dibantu sedangkan di gajah di depan hidung tidak dipedulikan. 

Maulud di era 4.0 bisa mendekatkan yang  jauh dan  menjauhkan yang dekat. Dengan  era teknologi industri 4.0,  kita tahu yang terjadi di benua lain. Sedangkan tetangga yang meninggal dunia atau pesta perkawinan  bisa terlewatkan.  Memahami Maulud yang identik dengan makan-makan adalah bagian kecil dari semangat Maulud agar tidak terjadi mubazir pada acara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Di era industri 4.0 umat dibutuhkan kejelian mengolah informasi. Era 4.0 adalah zaman banjir informasi. Dibutuhkan kesabaran untuk saring info sebelum sebarkan info yang belum ada tabayum/verifikasi. Di sisi lain mari kita optimalkan zaman teknologi untuk melakukan siaran langsung ceramah maulud yang bisa ditonton oleh lebih banyak lagi umat. Jika umat tidak bisa bisa berperan menggunakan teknologi, maka teknologi ini menjadi senjata makan tuan. [Murizal Hamzah]

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!