Melestarikan Haji Mabrur

Gema JUMAT, 07 OKTOBER 2016

Oleh Tgk H.Akhyar Mohd.Ali ,M.Ag (Ketua umum BKPRMI Aceh dan Petugas Haji Kloter 08  BTJ  TPHI Tahun 2016)

Haji Mabrur secara rohaniah akan tampak pada getaran tauhidnya dan secara lahiriah akan tampak pada perilakunya. Kepadatan ibadahnya,kasih sayang kepada sesamanya,kedermawaannya, kederhanaannya dan kerendahan hatinya, itu semua bermuara pada sublimasi tauhidnya. Semakin menebal, menghayati dan mempraktekkan serta dapat menjadi suri tauladan masyarakat.

Semua orang pasti akan mendambakan haji Mabrur, Rasulullah dalam Sabdanya mengatakan,  Haji yang mabrur tiada balasannya kecuali syurga Allah SWT” (HR. Ahmad).

Potret haji mabrur tidak hanya dinilai pada saat proses ibadah haji tersebut berlangsung, tapi juga harus dinilai sejak persiapan termasuk bekal halal, saat melaksanakan sesuai manasik yang diajarkan dan amalan setelah haji berakhir. Indikator kemabruran haji adalah nampak pada kepribadian sehari-hari mereka. Sikap dan kepribadian tersebut antara lain :

Pertama, patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, misalnya, menjaga shalat lima waktu, konsekwen membayar zakat, bersungguh-sungguh membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, selalu rukun dengan sesama umat manusia serta saling sayang menyayangi sesama makhluk Allah SWT.

Kedua, orang sudah berhaji tentu akan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT, terutama perbuatan dosa besar, seperti syirik, riba, judi, zina, khamr, membunuh orang, bertengkar, menyakiti orang lain,membunuh orang dan lain sebagainya.

Selain itu, ia juga gemar melaksanakan ibadah sunnat dan amal shaleh lainnya. Selanjutnya, tanda haji seseorang itu dilihat dari kiprahnya dalam memperjuangkan dan mendakwahkan Islam dan istiqamah dalam amal ma’ruf nahi mungkar.

 

Ketiga, memiliki sikap dan sipat terpuji seperti sabar, syukur, tawakkal, tasamuh, pemaaf dan tawadhu’ serta malu kepada Allah SWT untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang. Sehingga, semangat dan sungguh-sungguhnya itu terlihat dengan semangat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu Islam

Keempat, bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, keluarga dan yang menjadi tanggungjawabnya. Jika merasa melakukan kelahan, ia cepat-cepat bertaubat. Terakhir, ciri-ciri haji mabrur adalah memamfaatkan segala potensi yang dimiliknya guna menolong orang lain serta menegakkan Izzul Islam wa Muslimin.

Syekh Hasan Muhammad Mussyath dalam bukunya “ Is’af ahlul Islam Biwazaifil Hajji Ila Baitillahi Haram” menyebutkan tentang haji Mabrur sebagai berikut: “ Dan sebagian ulama mengatakan bahwa haji mabrur itu adalah amalan haji yang tidak bercampur dosa, atau amalan haji yang didalamnyatidak ada perasaan riya, pamer,sombong,rafas dan fasiq. Tanda-tanda  kemabrurannya bahwa orang yang telah kembali dari ibadah haji lebih baik dan tidak lagi mengulang perbuatan maksiat”.

Semoga seluruh jamaah haji mendapat haji Mabrur dan Mabrurah serta dapat melestarikan kemabrurannya.Wallahu bissawab….

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!