Muamalat Bangkrut

GEMA JUMAT, 23 FEBRUARI 2018

Oleh Murizal Hamzah

“ICMI: Bank Muamalat Bangkrut, Sistem Ekonomi Syariah Gagal.” Demikian judul berita online yang beredar pada Senin (19/2/2018). Tentu saja ini kabar yang tidak menyenangkan bagi umuat Islam. Sangat ironis mayoritas umat Islam di Indonesia beragama Islam namun bank yang mengusung sistem syariat pertama itu dalam kondisi rawan.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimmly Asshiddiqie  menuturkan Bank Muamalat itu penting karena sisinya simbolis. Jika bangk itu bangkrut berarti sistem ekonomi syariah itu gagal. Menurutnya,  bank yang sudah berdiri sejak 30 tahun lalu harus diselamatkan. Sekedar catatan, ketika ICMI yang didukung oleh Presiden Soeharto dan lain-lain mendirikan bank ini dengan susah payah

Ada berbagai pihak ingin menyelamatkan bank yang menjunjung syariat. Sebut saja  PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (Padi) pada awalnya ingin mengakuisi saham Muamalat. Namun kemudian, mereka membatalkan.  Jika bank ini diambil/dibeli  oleh investor asing, bisa saja nama Bank Muamalat berganti nama. Masa rawan bank ini mulai terasa setelah  kinerja keuangan kurang menggembirakan. Mulai dari non performing financing (NPF) yang besar, permodalan yang menyusut, hingga beban operasional yang tinggi.

Peneliti Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) Yusuf Wibisono menjelaskan masalah yang dihadapi Bank Muamalat karena rasio pembiayaan bermasalah yang terlalu besar seperti NPF terlampau tinggi, bahkan pada 2015 NPF lebih dari 7%. Ini karena adanya masalah pada penyaluran pembiayaan.  Akibat NPF, profit dan permodalan terganggu sehingga dibutuhkan tambahan modal. Namun pemegang saham mayoritas tak mau menambahkan modal. Solusinya yakni Muamalat butuh investor baru yang mampu mengucurkan modal.

Benarkah bank itu dalam kondisi lampu merah?  Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyesalkan munculnya pemberitaan tentang kebangkrutan Bank Muamalat yang dikaitkan dengan kegagalan sistem ekonomi syariah. MES menegaskan berita itu telah meresahkan masyarakat.

Ketua Umum MES DKI Jakarta DPS Bank Syariah, Rezza Artha menegskan  berdasarkan, Bank Muamalat dalam keadaan baik-baik saja dan didukung oleh OJK. Disebutkan, benar Muamalat sedang mencari investor. Dalam dunia perbankan mencari investor tidak berarti di ambang kebangkrutan. Alasannya, bank mencari investor karena berkaitan dengan CAR (Capital Adequate Ratio) yakini perhitungan CAR ini dilandasi pada sistem manajemen risiko bank antara nilai resiko tertimbang penyaluran dana dan nilai ekuitas bank,” katanya.

“Mohon nasabah bank syariah tetap tenang dan bijak menyikapi berita. Maju terus perbankan syariah Indonesia,” pinta Rezza.

Apakah yang bisa dilakukan oleh umat Islam? Dalam dunia perbankan, nasabah adalah raja  yang diharapkan bisa menyimpan uangnya di bank. Beragama jurus ditebarkan agar masyarakat yang memiliki dana besar bisa simpan  uangnya di bank. Untuk itu, kepada hartawan muslim dan muslimah perlu mendukung Muamalat dengan mendepositokan atau membei saham.

Mari kita dukung perbankan syariat atau bisnis  yang berdasarkan syariat dengan bermitra atau berbelanja di sana. Ekonomi umat hidup jika umat Islam istiqamah bertransaksi dengan pilar-pilar ekonomi syariat. Tindakan kecil yang bisa kita lakukan oleh umat Islam yakni berbelanja pada pedagang Islam jika kualitas dan pelayanan itu sama dengan yang dimiliki oleh pedagang non Islam.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!