Pemuda Berakhlak

GEMA JUMAT, 02 NOVEMBER 2012

Oleh: Nurjannah Usman

‘Aneuk muda beek lagee muda u groeh, ie bee syueng asoe payah boeh,’ begitu pribahasa Aceh masa dahulu yang memiliki arti sangat luas untuk pemuda. Dimana dimaksud dalam pribahasa tersebut pemuda jangan asal ikut trend saja tetapi tidak bermanfaat apapun untuk keluarga, agama, masyarakat dan bangsa.

Bagaimana seharusnya pemuda harus bergerak sesuai ajaran Islam dan tetap masih bisa ikut trend yang tidak menyalahi aturan negara dan agama. Majunya Negara karena kreatifnya pemuda, “Pemuda adalah kekuatan, inspirasi, kreatifitas, ledakan ruhiyah, ketegaran, kesegaran, enerjik, karya besar, dan penopang kemajuan bangsa. Selamat Hari Sumpah Pemuda.” Begitu salah satu isi status di medsos dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda 28 Oktober 2018 lalu.

Soekaro pernah mengatakan, ”Jangan tanyakan apa yang bangsa ini berikan kepada Anda. Tapi tanyakan apa yang sudah anda berikan kepada Negara.”  Pemuda tidak hanya sekedar eksis di dunia maya dan menunggu keajaiban keberuntungan untuk dinikmati sesaat, tetapi tetap bisa action dan menampakan bukti-bukti nyata bagi bangsa dan agama.

Dimana kita dapat mengikuti jejak Nabi , ulama dan pahlawan Aceh yang kesemuanya sukses dan bermanfaat di usia-usia yang masih sangat muda. Dimana idola dunia Rasulullah saw manusia yang paling sempurna di muka bumi ini, diusia masih balita beliau telah mulai berdagang. Usia 17 tahun beliau telah menjadi pengusaha dagang ke 17 negara, bagaimana kisahnya menjadi pedagang yang jujur dan amanah dan sangat banyak cerita-cerita inspiratif lain dari idola ummat Islam tersebut yang tidak dimiliki oleh manusia lain.

Kemudian Ulama Kharismatik Aceh Abuya Syeikh Muda Waly Al Khalidi lebih dikenal dengan Abuya Muda Waly, juga punya inspiratif yang luar biasa. Sejak berusia lima tahun beliau telah banyak menghafal surat-surat Alquran. Sementara pada usia belasan tahun beliau telah menjadi Teungku Muda di pesantren ayahnya dan tidak mengherankan beliau telah diakui oleh dunia tentang pemahaman ilmu agamanya. Beliau bergerilya kemana-mana mencari ilmu sampai ke Mesir, tidak heran jika di usia 18 tahun telah mendirikan perti dan 22 tahun beliau telah mendirikan Pesantren Darussalam di Labuhan Haji Aceh Selatan. Karir yang didapat diusia yang masih sangat muda dan menjadi bintang penerang bagi pemuda lain pada saat itu.

Begitu juga kita dapat becermin pada Teuku Umar, di usia 19 tahun beliau telah diangkat menjadi Keusyik salah satu kampung di Wilayah Meulaboh dan mampu melawan Belanda dengan taktik yang sangat ampuh menjatuhkan Belanda.

Jika melihat dari batasan usia pemuda menurut Undang-undang Nomor 40 Pasal 1 ayat 1 berbunyi batas usia pemuda dimulai dari 16-30 tahun. Banyak hal sudah bisa dilakukan dalam rentan usia tersebut, dimana jika melihat dari sudut pendidikan usia tersebut sudah dapat menyelesaikan sampai ke jenjang Doktor serius menekuni bidang pendidikan yang diminati.

Apa kita cukup hanya dengan duduk diam manis saja menanti orang lain berbuat sesuatu untuk kita? Kebanyakan pemuda kita diusia tersebut mereka lalai dan sibuk dengan dunia maya, narkoba, pergaulan bebas dan ugal-ugalan di Jalan. Jika pemuda mau produktif sangat banyak dapat dilakukan untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu.

Jadilah pemuda yang mandiri, kaya ilmu, kaya harta, kaya hati, banyak ibadah dan tersopan di dunia. Jangan sampai vonis pemuda tersopan di dunia diperoleh oleh Pemuda Jepang yang notaben penduduknya tidak dominan Islam. Seharusnya pemuda tersopan dunia adalah Pemuda Aceh.

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!