Pentingnya Kemampuan Menulis dan Berbicara Remaja Masjid

GEMA JUMAT, 27 APRIL2018

Remaja masjid merupakan kumpulan pemuda yang seyogianya menjadi tolok ukur remaja berkualitas. Mereka mesti menjadi lampu penerang bagi remaja lainnya di tengah tantangan zaman yang tidak terhindari. Pesatnya perkembangan zaman membuat remaja goyah serta kehilangan identitas dirinya. Mereka cenderung memilih jalan yang menawarkan kesenangan semata. Padahal, perjalanan kehidupan mereka sangat berpengaruh bagaimana mereka melewati masa-masa sulit ini.

Sayangnya, kecenderungan penyebaran dakwah oleh remaja masjid terbatas di lingkungan masjid saja. Mereka dapat mengambil peran lebih besar mengajak remaja lain bertakwa kepada Allah. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat gejolak batin remaja yang masih labil, sementara dunia hitam terbuka lebar untuk mereka. Tantangan remaja modern antara lain game berbasis online, pemakaian narkoba, serta pengaruh media sosial yang masif.

Agar dakwah remaja masjid masjid semakin lebar, pengembangan manajemen dakwah dapat dilakukan melalui dunia tulis menulis dan berdakwah melalui bahasa tutur yang santun. Remaja mesti mengajak remaja lain kea rah kebaikan. Hal ini selarah dengan ajaran Islam yang menganjurkan umatnya saling mengingatkan. Dunia tulis menulis dan kemampuan remaja masjid berbicara, bila dipadukan dengan teknologi tentunya akan menjadi langkah dakwah efektif, efisien, dan menggapai seluruh pelosok negeri.

Menulis

Di zaman modern ini, kebutuhan terhadap ilmu menulis dan berbicara semakin penting. Bagi remaja masjid, kedua skil ini akan sangat membantu mereka dalam menyebarkan dakwah Islam. Saya memahami bahwa kegiatan remaja masjid bukan hanya pada penguatan skil keagamaan – misalnya tahsin – melainkan mencakup area yang lebih luas. Para remaja masjid merupakan kumpulan orang-orang yang seharusnya menjadi motor penggerak pemuda lain untuk “akrab” dengan masjid.

Namun, upaya remaja masjid berdakwah akan sangat sulit dengan hanya mengandalkan program-program “menyebar kebaikan” tanpa mempromosikannya. Promosi di sini bukan bermakna ria, melainkan mengajak pemuda lain ikut berpartisipasi di dalamnya.

Remaja Masjid dapat memaparkan kegiatan dan berdakwah dengan menulis. Artikel bermanfaat dapat disebarkan ke seluruh penjuru negeri. Biayanya sangat murah dan kecepatannya luar biasa. Penulisan-penulisan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan blog, facebook, dan steemit yang sekarang ini semakin digandrungi semua kalangan.

Para remaja masjid dapat memanfaatkan komunitas yang fokus melatih anggotanya mampu menulis, seperti Forum Aceh Menulis (FAMe). Forum satu ini telah berhasil melakukan langkah besar di saat lembaga lain di Aceh tidak mampu melakukannya. Remaja masjid dapat bergabung ke dalam komunitas seperti itu untuk melatih kemampuan menulis mereka.

Kita dapat berkaca kepada ulama-ulama Aceh tempo dulu yang menuliskan kitab-kitab yang dipergunakan hingga sekarang. Ilmu bermanfaat yang mereka sebarkan merupakan bagian dakwah yang tidak akan pernah putus pahalanya (sedekah jariya). Dakwah tersebut bukanya cuma bermanfaat bagi umat Islam, melainkan juga membawa manfaat baginya di alam kubur.

Kita tidak lagi berdakwah secara konvensional karena tuntutan dakwah sekarang berbeda. Sambil duduk santai kita bisa mengajak masyarakat kepada ketakwaan. Ruang lingkup dakwah menggunakan media social (menulis) tidak tersekat oleh jarak dan waktu. Pada pemuda dapat mengakses segala informasi bermodalkan smartphone, tablet, dan laptop. Memberikan akses informasi kebaikan sama dengan membentengi dampak informasi negatif yang bertebaran di media sosial.

Namun, apa jadinya berdakwah melalui tulisan jika tulisan tersebut salah dipahami pembaca. Hal inilah yang mendasari mengapa penting kemampuan menulis. Menulis berbeda dengan berbicara. Para pembaca tidak bisa langsung mengonfirmasi langsung jika mereka tidak mampu memahami tulisan. Bahkan, parahnya lagi, jika informasi yang disampaikan salah dipahami pembaca. Bisa jadi, gagasan positif berubah menjadi malapetaka atau boomerang.

Melalui pelatihan menulis, remaja masjid dapat melatih dirinya berdaya piker kritis dan objektif menanggapi informasi. Buktinya, banyak sekali kabar bohong (hoax) di media sosial ditelan mentah-mentah oleh pembacanya. Akhirnya menimbulkan fitnah dan caci maki tidak berkesudahan. Orang yang berpikir kritis tentunya akan melakukan check and recheck (tabayyun) informasi yang tidak jelas sumbernya.

Ketika berdakwah dengan tulisan, kita tentunya perlu memerhatikan manajemen dakwah. Tujuan dakwah bermakna mengajak. Kita dituntut mengajak orang lain jika kita ingin mereka mengikuti ajakan kita. Bahasan yang kita gunakan mesti lembut dan tidak terkesan memaksa. Manajemen dakwah seperti ini dapat menjadi landasan bagaimana seharusnya kita menggunakan bahasa santun dalam tulisan.

 

Berbicara

 

Sama halnya dengan menulis, dalam berbicara kita juga dituntut memahami manajemen dakwah. Bedanya dengan skil menulis, para pendengan dapat langsung mengonfirmasi informasi dari pembicara. Kita juga sudah melihat beragam bukti bahwa kesalahan berbicara berefek besar. Kita tidak mau para Remaja Masjid mengalami kejadian serupa seperti yang dialami Sukmawati Soekarnoputri. Sukmawati tidak memerhatikan dampak yang akan ia timbulkan dari puisi-puisi yang ia bacakan.

Di samping itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memiliki kesalahan dalam bicaranya sehingga ia dijebloskan ke penjara. Ada berbagai macam hal yang perlu diperhatikan Remaja Masjid, yaitu teknik-teknik berbicara.

Penyebaran dakwah melalui tutur kata tidak kalah ampuhnya dengan berdakwah melalui tulisan. Kita dapat memadukan dakwah dengan teknologi seperti yang dipraktekkan Ustaz Abdul Somad (UAS). Ia telah berhasil menarik perhatian umat Islam seluruh Indonesia. Ia memanfaatkan media sosial di samping ia menguasai bahasa dan teknik bertutur kata dengan baik.

Kita tidak dapat menganggap sepele skil menulis dan berbicara. Para pendakwah yang menyebarkan Islam adalah para penulis dan pembicara andal di depan publik. Dengan berbagai contoh demikian, seyogianya kita dapat menggelorakan semangat menulis dan berbicara yang baik. Semoga remaja masjid mendengar buah pikiran tentang ini.

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!