Poligami Zaman Now

Oleh: Nurjannah, M. Si (Ketua Fatayat NU Banda Aceh)

Tepatnya 6 Juli yang lalu muncul berita di koran Serambi Indonesia Aceh akan Legalkan Poligami. Berita tersebut menjadi viral di masyarakat Aceh, khususnya kawum hawa. Desas desus tersebut berefek positif dan negatif terhadap kawum adam.
Ada yang merasa bahagia karena akan adanya legalitas untuk berpoligami, ada juga merasa khawatir takut menjadi sebab kekacauan dalam keluarga tercinta.
Bagi kawum adam yang bahagia dengan berita tersebut, mereka juga tidak segan memposting di medsos dengan berbagai ungkapan bahagia karena nanti akan ada izin untuk beristri lebih dari satu.
Tetapi ada juga kawum adam yang merasa takut kepada istri pertamanya jika perasaan bahagia dan keinginan poligaminya terbaca. Setelah di survey di medsos seratus yang suka poligami, seribu yang takut istri, begitu salah satu status di beranda medsos.
Ada pula golongan yang ketiga, kawum adam yang sangat menghormati kawum hawa dan sangat mencintai istrinya, juga memposting didunia maya, Satu saja belum sanggup abang bahagiakan dek apalagi nambah.
Begitu sekulimit desas desus yang juga memancing amarah kawum hawa dengan berbagai bahasa yang ditampilkan di medsos. Ada penolakan secara halus ada juga secara terang-terangan menyampaikan penolakannya di akun-akun medsos. Kalau mau bahagia, bahagiakan aku dulu sampai mati setelah mati baru cari pengganti.
Isu yang lagi booming ini meninggalkan respon masyarakat antara pro dan kontra sehingga menimbulkan solusi, masyarakat Aceh untuk membaca dan mengawal draft rakan hukum keluarga.
Poligami Nabi
Sebagai umat Islam yang taat harus melihat persoalan ini dengan kacamatan Islam dengan mengikuti jejak Rasulullah saw. Baik sebagai laki-laki maupun perempuan harus bijak dalam menanggapi masalah yang menimbulkan efek berat dalam kehidupan berumah tangga.
Laki-laki harus luas melihat dalam hal poligami, jangan hanya sekedar membayangkan yang enak-enak. Dengan mencari istri tambahan yang cantik, yang lebih seksi dan lebih menarik dari istri pertamanya.
Disisi lain mereka lupa apa niat dasar mereka menambah istri, lupa bertanggungjawab dan berlaku adil terhadap istri-istri yang dinikahinya. Belum lagi hubungan sosial yang harus diperhatikan antara keluarga istri dan suami.
Menikah satu saja berat menciptakan hubungan antara keluarga istri dan suami secara baik, banyak yang belum berhasil. Belum lagi jika lelaki memiliki istri lebih dari satu, bagaimana bisa mereka mendamaikan keseluruhan keluarganya dengan rasa damai dan aman.
Apalagi mendamaikan istri-istrinya yang konon sudah merasa memusuhi sejak awal mereka dimadu. Terkadang kawum lelaki poligami alasannya untuk mengikuti sunnah nabi, tetapi mereka lupa bagaimana nabi memperlakukan istri-istrinya dan alasan nabi berpoligami.
Alasan Nabi berpoligami Karena Allah untuk mengembangkan agama Islam dan menolong janda-janda para syahid. Didalam riwayat hanya satu istri nabi yang masih perawan. Itu pertanda nabi berpoligami bukan untuk hasrat tetapi untuk membela Agama Islam, apakah kawum bapak-bapak sekarang berpoligami untuk membela agama Allah atau untuk yang lain?
Di dalam Islam membolehkan poligami, Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (An-Nisaa/4: 3).
Islam membolehkan poligami dengan syarat-syarat yang telah ditentukan antara lain: Jumlah istri yang dikawini maksimal empat orang, mampu berlaku adil terhadap semua istri, tidak melupakan ibadah kepada Allah SWT dan dilarang berpoligami dengan wanita yang bersaudara.
Jika poligami menambah dausa antara istri-istri dan menambah dausa suami, untuk apa berpoligami? Lebih bagus punya satu istri hidup dengan tentram, mengaplikasikan sunnah nabi membina keluarga sakinah. Itu lebih bagus dari pada punya banyak istri tidak ada ketenangan dan kebahagiaan. wallahualam.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!