Sehat di Usia Tua

GEMA JUMAT, 23 NOVEMBER 2018

Sampul depan Tabloid Gema Baiturrahman Jumat lalu menampilkan pendakwah Prof. Dr. H. Zainal Abidin Alawy yang berusia 82 tahun menyampaikan halaqah maghrib ke 730 di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.  Bagi umat islam di Aceh, sosok  tidak asing lagi. Sejak usia muda sudah hilir-mudik berdakwah.  Alhamdulillah di usia 82 tahun, Prof masih sehat dan ceria. Sehat di usia tua adalah cita-cita setiap manusia. Di usia senja tidak menjadi beban bagi orang lain. Tetap bisa mandiri dan beribadah dengan lancar.

Siklus kehidupan manusia itu diawali dari bayi, dewasa lalu kembali berperilaku seperti bayi pada usia tertentu seperti pikun. Memang usia tidak bisa ditipu. Setiap detik, jatah hidup umat berkurang seirama dengan berdetaknya jantung.  Ada manusia yang bisa mencapai usia di atas 100 tahun dan ini di luar kelaziman usia manusia. Merujuk  usia Nabi Muhammad SAW wafat dalam usia 63 tahun, maka jika kini usia Anda sudah di atas 63 tahun, itu adalah usia bonus.  Demikian juga ada usia umat yang di bawah 63 tahun bahkan 40 tahun. Ajal sudah menjemputnya sebagaimana termaktub sebelum manusia lahir.

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup) sampai tua. Di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya) [Al-Mukmin 40:67]

Ada beberapa batasan usia yang diutarakan oleh PBB melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  yang menetapkan kriteria baru kehidupan manusia dalam 5 kelompok usia sebagai berikut 0 – 17 tahun Anak-anak di bawah umur, 18 – 65 tahun Pemuda, 66 – 79 tahun Setengah baya, 80 – 99 tahun orang tua, 100 tahun ke atas Orang tua berusia panjang

Versi lain oleh  Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata, “Syaikh (orang yang tua) adalah orang yang telah melewati 40 tahun”.  jika merujuk pada pernyataan ini, siapa saja yang melewati usia 40 tahun hingga akhir hayatnya, telah berada dalam fase terakhir kehidupannya. Mayoritas kehidupan manusia berakhir umumnya pada kisaran usia 60-70 tahun.

Dari Abu Hurairah, bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Usia umatku (umat Islam) antara 60 hingga 70 tahun. Dan sedikit dari mereka yang melewatinya”. [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Bagaimana menjalani usia senja dengan sehat dan terus bertambah amal-amalan? Tentu menjadi sehat di usia lanjut diawali dengan pola hidup sehat dan bergizi sejak muda. Pola hidup yang tidak sehat sejak muda akan berdampak  ketika muda. Misalnya menjadi perokok berat sejak muda dan bergadang akan menyebabkan permasalahan ketika menjelang di usia lanjut. Semakin tua kita, potensi semakin sakit semakin besar karena tubuh dan otot semakin rapuh. Semakin tua, semakin banyak amalan yang ditabung sejak anak, muda hingga berlanjut usia.

“Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan amalannya baik.” [HR. At-Tirmidzi]

Bagaimana dengan Anda sekarang?  Berapa usia  kini? Apakah akan tetap sehat di usia senja? Bisa beribadah dengan khusyu serta memiliki rezeki untuk bershadaqah?  Masa depan manusia adalah perkara misterius atau gaib bagi manusia.  Kewajiban setiap manusia untuk  ikhtiar beramal sebanyak-banyak dan tetap sehat di usia sepuh tanpa mengharapkan anak atau pihak lain yang membantu Anda ketika harus berkaki tiga alias bertongkat satu kaki. [Murizal Hamzah]

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!