Sudah Dibayar

GEMA JUMAT, 21 JUNI 2019

Oleh: Murizal Hamzah

Jumat lalu, saya  melawat ke Sidoarjo, Jawa Timur. Ditemani wartawan senior Televisi Jawa Pos, Mas Udin, saya diajak ke warung di sebuah desa di Sidoarjo. Warung itu berada di persimpangan jalan. Luasnya  sekitar 3 x 3 meter, beralas tanah, berdinding spanduk pileg dan beratap seng karatan.  Warung itu sangat sederhana. Terdiri dari 4 bangku serta meja panjang. Agendanya menikmati kuliner khas Sidoarjo lontong kipang.  

Karena saya belum merasakan lontong kipang ini dan agar tidak mubazir, saya meminta dipesan setengah saja atau satu piring yang nanti dibagi dua. Sambil menunggu pesanan, saya menyaksikan seorang anak membeli dua bungkus makanan. Kemudian sang ibu penjual memberikan hadiah satu kantong teh manis dingin. Saya mendengar jelas. Teh dingin pun berpindah tempat dari termos es ke kantung pembeli.

Tiba-tiba Mas Udin menyebutkan, nanti bisa saja penjual itu memberikan hadiah teh dingin atau cukup  bayar 1 minuman yang kita pesan.  Tadi ibu itu memberikan hadiah 1 kantong plastik teh manis kepada pembeli. Itu hal yang lumrah. Penjual di sini percaya dengan memberikan shadaqah kepada pembeli, rezeki akan terus mengalir. Intinya, rezeki lancar dengan memberi bukan dengan menyimpan. Dan benar saja, ibu penjual itu sudah memberikan hadiah kepada anak tadi.

Udin menuturkan, di sini ada tradisi “Sudah Dibayar”. Saya tertarik dengan maksud kalimat itu. Pria ramah ini menerangkan maksud “Sudah Dibayar” yakni pembeli membayar makanan yang dipesan dan beberapa lagi yang tidak dimakan untuk diberi shadaqah kepada pembeli dhuafa. Contoh, saya pesan 1 lontong kipang  namun saya membayar untuk 5 piring atau lebih lagi.

Nah  empat piring itu diberikan kepada pembeli/warga dhuafa. Pembagian empat piring itu diatur oleh penjual yang paham pembelinya yang miskin. Jadi begitu warga miskin selesai makan, penjual membisik bahwa makanan ini “Sudah Dibayar”. Atau bisa saja penjual memanggil kaum papa untuk menikmati makanan dan minuman karena sudah ada hamba Allah yang telah membayar dengan menitipkan uang kepadanya.

Dalam hal ini, kaum hartawan bisa membantu pemilik kedai nasi dengan memberi uang misalnya Rp 1 juta dengan target 1 hari diberi shadaqah 10 bungkus nasi hingga uang Rp 1 juta itu habis karena setiap hari ada nasi shadaqah.

Dalam hal ini, pembeli percaya kepada penjual bahwa amanah ini ditunaikan secara baik. Yakin ada CCTV malaikat yang mencatat perilaku umat. Jadi selama jatah uang masih ada di warung itu, penjual bisa membisik kepada warga untuk menikmati makanan. Setelah selesai makan, penjual cukup bilang kepada konsumen yang kantong kering bahwa makanan ini “Sudah Dibayar”.

Terkesima dengan cara warga berbagi makanan dengan menitipkan pada penjual yang amanah. Melalui cara ini, penduduk miskin atau buruh yang sama sekali tidak ada uang di sakunya bisa menanyakan apakah warung ini masih ada “Sudah Dibayar”

Apakah hal ini bisa diterapkan di Aceh? Bisa saja diterapkan dengan kerja sama konsumen dengan pemilik kedai kopi atau warung nasi. Misalnya Minum kopi 1 gelas dan 2 kue, namun bayar untuk 3 gelas dan 6 kue yang nantinya 2 gelas kopi dan 4 kue diberikan kepada warga yang layak menerima  shadaqah kopi dan kue. Ya mereka hanya minum kopi dan kue saja.  dalam hal ini, warga yang haus dan lapar dan minim uang bisa berbisik kepada kasir kedai kopi apakah sore ini masih ada shadaqah kopi?

Shadaqah kopi bukan hal baru. Sudah diterapkan di  kota kecil Naples, Itali  setelah Perang Dunia II yang ketika itu ekonomi rakyat lesu dan tentu saja banyak warga masyarakat yang untuk minum kopi saja tak mampu. Kebiasaan di Naples masih berlaku sampai sekarang.  Di Indonesia, tradisi ini populer di Kota Sanggau Kalbar.

Cara lain mencatat shadaqah kopi yakni menulis di  papan tulis. Di bawah gambar kopi, ditulis sisa shadaqah kopi yang telah dibayar oleh penikmat kopi budiman. Melalui informasi ini, yang mau shadaqah kopi bisa menambah lagi shadaqah kopi tanpa mengetahui siapa  yang memberikan shadaqah kopi.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!