Berkah Milad

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah Bakda

Saudaraku, mengenang kelahiran, sebaganaina kelahiran itu sendiri, baik seseorang, organisasi maupun tabloid seperti Gema Baiturahman, senantiasa meniscayakan harapan, tambahnya kebaruan, dan yang paling penting mendatangkan kebahagiaan. Sebagai ilustrasi dengan adanya kelahiran atau munculnya tabloid baru, organisasi baru, partai baru, desa baru, kecamatan baru, kabupaten baru, provinsi baru, negara baru, pasti menyertakan segudang harapan yang membahagiakan atau akan membahagiakan. Apalagi bila realitas selanjutnya benar-benar menjadi kenyataan yang membahagiakan. Inilah berkah lahir dan kelahiran. Makanya kemudian hari kelahiran sering dikenang dan diperingati dengan ragam acara seperti perayaan hari ulang tahun (HUT), maulud, milad, hari jadi, atau istilah semakna lainnya. Saya pikir ini termasuk ranah mubah, apalagi dalam penyelenggaraannya selalu diingatkan bahwa misi kelahirannya adalah harus membahagiakan, untuk menebar kemaslahatan dan untuk mengabdi pada Ilahi.

Begitu juga halnya kelahiran seseorang ke dunia ini, ia direncanakan, ia dinaungi dalam ikatan yang suci yaitu pernikahan, ia diusahakan, ia didamba-dambakan dan ia dinanti-nantikan terutama oleh kedua orangtuanya dan keluarga besarnya. Untuk me ndspatkan karunia anak ini juga tidak jarang telah menyita banyak perhatian, banyak pengorbanan, dan penuh perjuangan. Itupun belum tentu mendapat keberkahan dengan hadirnya seorang anak. Ketika pada saatnya Allah memberi karunia dengan tanda-tanda yang tidak bisa disembunyikan, maka sisuami calon ayahnya, siisteri calon ibunya dan keluarga besarnya terus mensyukurinya sampai benar-benar sibayi lahir ke dunia ini.

Dalam praktiknya, cobalah perhatikan bagaimana seorang suami atau anggota keluarga besarnya yang tengah menunggu persalinan istri atau bagian keluarganya. Mereka semua dalam penantian, harapan, keingintahuan, bahkan juga diliputi kecemasan sembari terus berdoa, sementara siisteri tengah berjuang bahkan tidak jarang ”meregang nyawa’ saat persalinannya’. Tetapi suasananya kemudian berubah, menjadi suka cita bahagia dan seolah terbayar sudah dengan terdengarnya tangisan khas pertanda sibayi telah lahir. Mendengar tangisan pertama kita justru malah tertawa bahagia. Alhamdulillah, tahniah dan doa kemudian dipanjadkan sebagai rasa syukur pada Allah Yang Maha Mengaruniai.

Ketika kelahiran dan eksistensinya di sini bisa terus menebar kemaslahatan dan senantiasa membahagiakan, maka keberkahannya semakin nyata. Oleh karenanya layak disyukuri, sehingga karunia kebahagiaan yang dirasakannya terus bertambah-tambah.

Begitu juga halnya lahir terbutnya Tabloid Gema Baiturrahman. Selamat Milad Tabloid Gema Baiturrahman, senoga terus cerah mencerahkan, cerdas mencerdaskan, dan bahagia membahagiakan. Sukes selalu buat Real Team pengelolanya, Kanda Sayed Muhammad Husen II, Ustadah Nurjannah Usman, dll.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!