Dakwah Bil Hikmah

GEMA JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018

Oleh H. Ameer Hamzah

DAKWAH kepada jalan Allah hukumnya wajib. (Fatwa: Yusuf Qardhawi)  Jika tidak, maka kemaksiatan merajalela. Dakwah adalah penerus risalah, penyambung lidah Rasulullah SAW. Dengan adanya dakwah, Agama Islam masih bertahan sampai hari ini di negeri ini. Bagaimana kita bayangkan bila dakwah berhenti. Sejarah menoreh tinta hitam kepada kita, sejumlah negeri sudah kembali kepada kekafiran karena dakwah terhenti.

Pada abad ke 16 dan 17 India jatuh kepada umat Hindu karena dakwah terhenti., padahal dulu  India adalah Negara Islam. Siapa yang tidak kenal Mumbai,  Agra, New Delhi, Islamabad, Ahmad Dabat, adalah kota-kota islam yang beralaih tangan. Begitu juga nasib semenanjung Iberia (Andalusia) di Spanyol Selatan. Lebih delapan abad sebagai Negara Islam, namun kemudian beralih menjadi Negara Kristen karena dakwah macet di negeri tersebut.

Ada data-data lain yang sangat memillukan, dulu wilayah Islam sekarang wilayah  mayoritas agama lain, seperti  Penang, Singapura, Kalimantan  Tengah Indonesia, Mindanau Filipina, Pattani Thailand, Kasymir, Palestina dicaplok Yahudi, Ronghingya,  dan beberapa wilayah di Afrika, seperti Uganda, Nigeria, Mali dan Ruwanda.

Dakwah Islamiyah tidak boleh terhenti. Lihat  di di negeri ini, tantangan dakwah sangat berat,  ada pihak-pihak yang ingin membatasi dakwah,  mengurangi da’i, atau  mengatur pengajian dan azan. Maka kita harus mampu menjawab tantangan itu  dengan hikmah dan meminta pertolongan dari Allah SWT. Tidak boleh diam. Diam itu kalah.

Banyak ayat Al-Quran yang menganjurkan kita berdakwah di jalan Allah.  Antara lain;  Serulah mausia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bermujadalahlah dengan mereka denga cara yang lebih baik. (QS: An-Nahlu:125).

Tugas kita berdakwah, mengajalk orang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Metode yang harus kita gunakan adalah metode bil hikmah (bijaksana), mengajak pelan-pelan. Bukan mengancam, memaksa apalagi merampas harta mereka dan memperkosa isteri-isteri musuh. Cara itu bukan dari islam. Dakwah dalam agama Islam  sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW. Yakni bil hikmah.

Dalam ayat berikut  Allah berfirman: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran: 104).

Mengajal manusia kepada kebajikan, lalu yang bersangkutan mengikuti ajakan kita, maka sangat besar mendapat pahala dari Allah SWT. Karena itu pula, setelah wafat Rasulullah SAW tahun ke 10 H. Kebanyakan Para sahabat tidak lagi tinggal di Madinah, mereka mengembara ke seluruh dunia untuk mendakwahkan agama ini (Islam) ke seluruh dunia.

Berdakwah di jalan Allah SWT adalah  amal yang paling baik sebagaimana firman Allah; Siapa yang lebih baik perkataannya dari pada orang-orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata; Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang Islam. (QS. Al-Fushilat:33).

Rasulullah bersabda: sampaikan olehmu walaupun satu ayuat. (HR: Muslim). Zaman dulu para da’i sangat giat berdakwah untuk mengislamkan Nusantara, Pulau  Sumatera hanya membutuhkan waktu  20 tahun, Jawa, 30, Sulaweisi, 30 thun, Kalimantan dan lain-lain. Mereka datang dengan hikmah sehingga melahirkan simpati dari penduduk yang beragama Hindu dan Budha.

Dalam hadis Rasulullah SAW  bersabda: Apabila  seseorang kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah kamu  mencegahnya dengan tangan (kekuatan), dana pabila kamu tidk menyanggupinya, maka cegahlah dengan lisan (ceramah), dan juga tidak sanggup, maka cegahlah dengan hati. Dan yang demikian itu sedhaif-dhaif iman (HR: Muttafaqun Alaihi).

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!