Marhaban Sya’ban

GEMA JUMAT, 20 APRIL2018

Oleh Tgk. H. Ameer Hamzah

Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha meriwayatkan; Aku tidak pernah melihat Rasulullah

SAW menyempurnakan puasa kecuali di bulan Ramadhan. Dan aku tidak mengetahui dalam suatu bulan lebih banyak puasa dibandingkan bulan Sya’ban (HR. Bukhari).

BULAN Sya’ban adalah bulan yang punya beberapa kelebihan. Pertama bulan ini sebagai pintu gerbang masuknya bulan Suci Ramadhan. Maka Rasulullah SAW sangat banyak beramal pada bulan ini. Hal-hal yang disukai Rasulullah adalah berpuasa sunat. Hampir tiap hari Rasulullah berpuasa sehingga kadang-kadang orang menyangka Rasulullah berpuasa sebulan penuh. Tetapi isteri beliau ‘Ai- syah Radhallahu ‘Anha mengatakan tidak sebulan penuh tetapi lebih banyak dari bulan-bulan lainnya.

Selain puasa sunat, Rasulullah SAW juga sangat banyak bersedekah pada bulan Sya’ban, para shabat juga demikian. Pada bulan ini juga digalakkan menghidupkan majelis ilmu untuk belajar Alquran dan sunnah. Para sahabat juga sudah mulai star membaca Alquran sampai khatam di bulan Ramadhan nanti. Para sahabat yang kaya seperti Abdurrahman bin ‘Auf, Utsman Bin ‘Affan juga suka bersedekah dan mengeluarkan zakat pada bulan Sya’ban.

Dalam bulan Sya’ban juga terjadi peristiwa yang sangat bersejerah, yakni Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk mengubah arah qiblat dari Baital Maqdis ke Ka’bah Almusyrifah di Masjidil Haram. Peristiwa ini terjadi bulan ke 17 Rasulullah berada di Madinah. Suatu hari Rasulullah berada di Masjid Qiblatain (Madinah) sekarang ini. Sedang shalat, mendapat wahyu dari Jibril, Allah memerintahkan kepadanya untuk berpaling ke Masjidil Haram. Lalu Rasulullah berpaling, kemudian masjid tersebut dinamakan masjid Qiblatain (masjid dua Qiblat).

Peristiwa bersejarah ini diabadikan dalam Alquran: Sesungguhnya Kami melihat wajahmu menengadah ke langit. Maka Kami sungguh akan memalingkan wajahmu kearah qiblat yang kamu sukai. Maka palinglah wajahmu ke arah masjidil haram, dan dimanapun kami berada palinglah wajahmu kearahnya. (QS. Albaqarah[2]:144).

Rasulullah SAW san gat senang da bahagia mendapat perintah itu, sebab selama ini Kaum Yahudi Madinah menuduh Rasulullah menyontek ajaran agama mereka, yakni menghadap Baital Maqdis. Dengan demikian orang-orang Yahudi tidak lagi menuduh menyontek ajaran agama mereka. Namun ada juga orang-orang yang menuduh Rasulullah tidak istiqamah dalam masalah qiblat. Tuduhan itu tidak berdasar, sebab masalah qiblat ini atas wahyu Allah bukan rekayasa Muhammad SAW.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!