Penista Alquran Zaman Nabi

Gema JUMAT, 18 NOVEMBER 2016

Oleh  H. Ameer Hamzah

“Dan kalau dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini). Kalau kami menghendaki, niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. Alquran ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang prbakala (QS. Al-Anfal:31).

PADA zaman Rasulullah SAW masih hidup ada sejumlah nama besar yang terlibat dalam meniista Alquran sebagai wahyu Ilahi. Mereka menuduh ayat-ayat suci yang dibacakan oleh Rasulullah sebagai sihir, syair dan dongeng orang-orang terdahulu. Ada juga yang menuduh Alquran sebagai ayat-ayat setan. Dan Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai tukang sihir dan orang gila. (QS. Alqalam:3) Semua yang menista Alquran pada zaman Rasulullah adalah orang-orang  kafir yang tidak mau beriman.

Para penista Alquran itu antara lain; Abu Lahab, Abu Jahal, Walid Bin Mughirah, An-Nadzar Ibnu Harits, Uqbah bin Abi Mu’ith,  Umayyah Bin Khallaf, Uthbah Bin Khallaf dan lain-lain. Semua mereka adalah  para pembesar dan hartawan Mekkah. Pengaruh mereka sangat kuat, kaya raya dan banyak keturunan.

Walid Bin Mughirah, Abu lahab dan Abu Jahal adalah tokoh-tokoh  yang paling kaya di antara mereka, sangat terpengaruh dalam masyarakat Jahiliyah. Kehadiran Nabi Muhammad SAW dengan agama Islam, membuat Walid, Abu jahal dan Abu Lahab kehilangan pengaruh. Lalu mereka mendustakan Rasulullah dan apa yang diucapkannya. Akibatnya  mereka ini dilaknat oleh Allah SWT. Sebanarnya Walid mengakui kebenaran Alquran, namun ia takut kehilangan pengaruhnya.

Mengenai  Walid, Allah berfirman: Biarlah Aku bertindak terhadap orang-orag yang telah Aku ciptakannya sendiri. Dan Aku jadikannya memilki harta benda yang banyak dan anak-anak yang selalu bersama dia. Dan kulapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya. Kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahkannya. Sekali-kali tidak, (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menantang ayat-ayat  Kami (Alquran)(QS. Almudatstsir:11-16).

Selain Walid Bin Mughirah, ada lagi Abu Lahab, Ummu Jamil,  Abu Jahal, Abu  Uthbah bin Rabi’ah, Syaibah Bin Rabi’ah, Umayyah Bin Khallaf, Uqbah Bin Abi Mu’ith, Ka’ab Bin Asyraf dan Abdullah Bin Ubay. Mereka menolak Islam, Alquran dan Rasulullah SAW. Sepanjang hayat mereka memusuhi Rasulullah. Kemudian Allah menurunkan azab kepada mereka di dunia. Sebagian mereka mati karena penyakit tumor ganas (Abu Lahab dan  Walid Bin Mughirah), sebagian tewas dalam perang Badar, (Umayyah Bin Khallaf, Abu Jahal), sebagian lagi dibunuh seperti  tokoh Yahudi Madinah Ka’ab Bin Asyraf.

Para penista agama ini hari akhirat nanti akan diseret ke neraka oleh Malaikat Zabaniyah. Abu Jahal akan ditarik diubun-ubunnya ke neraka. (Baca: QS. Al-Alaq:14-18). Walid Bin Mughirah  yang menuduh  ayat-ayat Alquran itu sebagai dongeng orang-orang terdahulu  akan dimasukkan dalam neraka Saqar (QS. Almudatstsir:26).  An-Nadzar Ibnu Harits, Umayyah Bin Khallaf yang suka mengumpat dan mencela  Rasulullah akan diseret ke neraka Huthamah (QS. Alhumazah:1-9). Dan begitu juga penista-penista Alquran lainnya.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!