PKA, Di Lintas Zaman

Gema Jumat, 03 Agustus 2018
Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) diadakan untuk melestarikan budaya dan kesenian Aceh dan mengembangkannya sebagai kekayaan tamaddun dari masa ke masa. Even Akbar ini telah berlangsung selama enam kali dan Insyaallah PKA-7 akan segera digelar, 5 –15 Agustus 2018.
PKA-1 (12 –23 Agustus 958). Masa Gubernur Ali Hasjmy. PKA-1 ini menghasilkan nilai-nilai persatuan dan cinta Aceh yang baru sembuh dari komplik berdarah DI-TII. Dalam cara pembukaan dan penutupan, belum ada perempuan Aceh yang menutup aurat, masih terbuka kepala, begitu juga betis mereka. PKA-1 dibuka dan ditutup oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Prijono. Acara berlangsung di Blang Padang.
PKA-2 (20 Agustus—02 September 1972). Masa Gubernur Muzakkir Walad. PKA-2 dibuka oleh Menteri Penerangan H. Bidiharjo dan ditutup oleh Ibu Tien Soeharto. Dalam PKA ini di segi busana belum ada kemajuan. Pakaian adat dari satu daerah dengan daerah lain tidak seragam. Belum dikenal jilbab. Tempat PKA juga di Blang Padang.
PKA-3 (7—15 Agustus 1988 ). Ini PKA yang paling merakyat. Gubernur Prof. Dr. H. Ibrahim Hasan, MBA telah mengkampanyekan PKA selama setahun. Gelas, piring, asbak rokok, baju kaos semua berlogo PKA. Dan untuk pertama kali logo seperti sekarang ditetapkan. PKA selanjutnya hanya mengubah angka, 4,5,6 dan 7 sekarang ini. PKA pertama dan Dua, konon logonya, Pintu Khop. Dalam PKA-3 ini saya sudah masuk menjadi panitia, Seksi Kesenian. PKA-3, ini juga belum berkemajuan dalam busana.
PKA-4 (19—24 Agustus 204) Masa Gubernur Ir. H. Abdullah Puteh, MSi. PKA ini merupakan PKA pertama memiliki denah sendiri yakni, di Taman Ratu Safiatuddin Syah, berdampingan dengan Kantor Gubernur Aceh. Ini juga tercatat sebagai PKA pertama semua perempuan Aceh berjilbab. PKA keempat ini dibuka oleh Presiden RI Megawati Soekarno Putri. Waktu itu saya salah seorang juri bidang Penilaian Stand.
PKA-5 (1—11 Aguswtus 2009), masa Gubrnur Irwandi Yusuf Periode pertama. PKA ini semakin maju, sudah ada tamu-tamu dari Negara serumpun (Melayu). Namun demikian, PKA ini lebih mengarah kepada promosi wisata. Banyak sekali kesenian daerah lain yang ditampilkan. Saya salah seorang juri untuk penilaian Anugerah Seni.
PKA-6 (20 –29 September 2013), mirip dengan PKA-5. Berlangsung sukses juga lebih berbau promosi wisata. Dibuka oleh Presiden SBY. Banyak kemajuan di bidang budaya. Saya juga seorang juri untuk memilih para seniman yang mendapat Anugerah Seni.
PKA-7-(5—15 Agustus 2018). Akan dibuka oleh Presiden Ir. Joko Widodo. Mudah-mudahan PKA-7 ini sukses. Mari kita ikuti bersama. Alhamdulillah saya masih dibutuhkan sebagai salah seorang juri bidang Seni Meurukon. (ameer Hamzah)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!