Syekh Ali Jaber: Ulama dan Umara Harus Bersatu

GEMA JUMAT, 22 SEPTEMBER 2017

Medan (Gema) – Syekh Ali Jaber mengajak seluruh umat Islam untuk bersatu menyikapi tantangan yang cukup berat di masa yang akan datang. Karenanya, ia juga mengajak umat untuk terus berdoa agar para ulama tetap teguh dan istiqamah dalam menyampaikan syiar Islam sesuai dengan Alquran dan Hadits.

Hal tersebut disampaikannya dalam zikir dan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam 1439 H di lapangan Benteng Medan, (21/9/2017/1 Muharram 1439).

Ustaz yang kerap muncul di layar televisi ini pun mengingatkan agar para ulama tahu dengan posisinya dan selalu menjaga kemuliannya. Syekh Ali mengajak seluruh ulama untuk bersatu dengan umara atau pemerintah untuk selalu membahagiakan umat.

“Tugas ulama itu membawa umat untuk mendapatkan ridha Allah SWT, sedangkan tugas umara membawa umat untuk mendapatkan kebahagian dan kesejahteraan. Oleh karenanya ulama dan umara harus bersatu,” ujar dia.

Persatuan Islam

Menurut Syekh Ali,  tahun Baru Islam merupakan peristiwa hijrahnya Nabi Besar Muhammad SAW dari kota Makkah ke Madinah.

Hijrah ini dilakukan Nabi Muhammad dan para sahabat atas izin Allah setelah tidak ada lagi umat yang menerima dakwahnya di Makkah. Selain itu, Nabi Muhammad selalu dihina, difitnah, diancam, diusir serta keselamatannya pun terancam di kota Mekah selama 13 tahun.

Syekh Ali mengatakan, pertama kali yang dilakukan Nabi Muhammad dalam hijrahnya ke Madinah, yakni menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar. Penyatuan ini penting karena umat Islam tidak akan kuat jika terpecah. Dia mengatakan, perbedaan dalam pandangan maupun sikap dibolehkan, namun tetap harus bersatu dalam Islam

Lebih lanjut, Syekh Ali Jaber menjelaskan, Tahun Baru Islam harus dimaknai dengan hijrah yang berarti perpindahan atau perubahan. Pindah yang dimaksud bukan hanya tempat, melainkan pindah atau perubahan untuk menjadi lebih baik lagi.

“Jadi inti hijrah itu merupakan perpindahan ataupun perubahan dari yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik lagi. Jadi mari kita jadikan Tahun baru Islam ini momen untuk melakukan hijrah dalam semua lini untuk menjadi lebih baik,” kata Syekh Ali.

Membawa perubahan

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan, tahun baru Islam merupakan momentum hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang sifatnya lahiriah dan juga rohaniah.

“Karena ada pergerakan dari Makkah ke Madinah yang sifatnya lahiriah karena memerlukan ketangguhan fisik. Sementara pergerakan rohani  ini merupakan prosesi perintah Allah karena Makkah sudah pada titik yang jenuh,’’ ungkap Haedar.

Dijelaskan Haedar, dalam perintahnya kepada Nabi Muhammad SAW berhijrah, bermakna risalah dakwah dan pembangunan Islam dimulai. Di Madinah, Nabi Muhammad saw membangun masjid dan mempersekutukan kaum Muhajir dan Anshar. Masjid merupakan simbol peletakan dasar ketakwaan kepada Allah.

Setelah itu baru membangun umat. “Sebagaimana yang disebutkan dalam Surat Ali Imron ayat 100-105. Itulah dasar-dasar dari pembinaan umat Islam,’’jelas Haedar.

Haedar melanjutkan, dalam hijrah ada nilai rohani yang disebut keluar dari keadaan jahiliyah yang gelap gulita pada cahaya. Jahiliyah di sini bukan semata-mata bodoh tidak bisa baca dan tulis. Melainkan juga hijrah dari hal-hal yang mengarah ke syirik dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Pada waktu itu mereka merendahkan manusia yang utuh kemudian turun berbagai ayat bahwa Allah memuliakan manusia baik laki-laki maupun perempuan . Maka dengan hijrahnya Nabi Muhammad saw jadilah Islam yang memuliakan laki-laki dan perempuan dan mengangkat derajat kamu perempuan.

Hal ini merupakan pelajaran penting  bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama dimuliakan.‘’Memuliakan perempuan sama dengan laki-laki ini merupakan murni ajaran Islam dan tidak ada kaitannya dengan teori jender dan emansipasi,’’ungkap Haedar.

Menurut Haedar, hijrah Nabi juga membawa perubahan masyarakat yang semula menyelesaikan masalah dengan kekerasan, berubah menjadi dengan perdamaian. Maka lahirlah berbagai macam usaha Nabi Muhammad swa untuk melakukan perdamaian.

‘’Dengan memasuki tahun hijrah ini, kita bisa memulai hari ini untuk berbuat lebih baik daripada sebelumnya baik dalam keluarga, masyarakat, umat dan bangsa sebagai ruh atau spirit hijrah,’’ujarnya.  Sayed Husen/Rep

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!