BERATNYA SIKSA NERAKA DAN NIKMATNYA SURGA

GEMA JUMAT, 18 JANUARI 2019

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Surat al-Furqan ayat 14-18

(Akan dikatakan kepada mereka): “Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak. Katakanlah: “Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?”. Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?”
Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya).

Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah): “Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?”

Pada ayat sebelumnya, bahwa orang-orang kafir dimasukkan ke dalam neraka, kemudian keadaan mereka benar-benar menyedihkan, tak ada penderitaan yang paling  dahsyat di alam semesta, melainkan di neraka. Kemudian, mereka menganggap bahwa yang mereka rasakan itu akan berakhir, tapi nyatanya penderitaan itu tidak akan pernah berakhir dan azab itu mereka rasakan tanpa ada kasih sayang.

Kemudian setelah itu, ayat berikutnya Allah menyatakan bahwa pilihan yang sudah tidak dapat ditarik itu, dengan pertanyaan; apakah neraka itu lebih baik dari surga? Ini adalah pertanyaan yang menghinakan bagi mereka, yang menjual kenikmatan surga dengan pengingkaran terhadap Allah dengan konyol, tanpa logika dan kekafiran yang nyata. Demikianlah kondisi orang-orang kafir di dalam neraka. Allah menjelaskan dengan detil, bukan saja di surat ini, namun di banyak ayat lain, Allah memperingatkan manusia agar beriman kepada-Nya,

Surga, sebagaimana juga disebutkan di banyak ayat, disediakan khusus bagi orang-orang yang beriman, beramal saleh serta bertaqwa kepada Allah SWT. Di dalam surga Allah, tersedia semua yang dibutuhkan, tidak fana, tidak sulit, tidak perlu bekerja keras, karena kerja keras untuk mendapatkannya telah ditunaikan selama hidup di dunia. Itulah orang-orang yang menang.

Ayat selanjutnya juga Allah memperingatkan kembali orang-orang kafir yang telah masuk ke dalam neraka, dengan pertanyaan, apakah dulu mereka menjadi kafir dan masuk ke dalam neraka karena disuruh oleh pemimpin-pemimpin kafir mereka? Karena mereka berlepas diri dari apa yang mereka serukan itu. Beriman kepada Allah hanya akan ditemukan oleh orang-orang yang menggunakan akal sehat. Sifat iri, dengki dan segala sesuatu yang menyertainya, tidak akan mampu mendapatkan hidayah dan akhir yang baik, yaitu surga. Namun, bagi kita yang masih hidup, jangan pernah menjual keimanan dengan apapun, karena di akhirat, keimanan adalah kunci keselamatan.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!