Janji Allah  Dan Konsekuensinya

GEMA JUMAT, 24 AGUSTUS 2018

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Surat al-Ma’idah  ayat 9-10

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.

 

Allah memberikan kategori pilihannya kepada manusia dengan dua hal: pertama: orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang akan mendapat ampunan dan pahala yang besar. Kedua; orang-orang kafir dan yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dalam hal ini, Allah tidak memberikan banyak pilihan, hanya dua saja. Beriman atau tidak beriman, yang jelas kedua pilihan tersebut memiliki konsekuensi, surga atau neraka.

Kedua pilihan tersebut bukanlah pilihan yang hanya dengan menyatakan pilihan ‘A’ atau pilihan ‘B’, dan semuanya selesai. Kedua pilihan tersebut merupakan perjalanan proses panjang dalam hidup kita. Jika kita memilih pilihan ‘A’ misalnya, maka sepanjang hidup kita selalu berada dalam koridor pilihan ‘A’ dan tidak boleh sekali-kali melakukan perbuatan-perbuatan yang berada di koridor pilihan ‘B’. Pilihan tersebut juga tidak terlepas dari godaan-godaan dan tantangan-tantangan yang mau tidak mau akan mengacaukan proses pilihan tersebut. banyak godaan yang datang, bila seandainya kita konsekuen dengan keimanan dan amal saleh. Terlebih di zaman sekarang yang begitu berat untuk dilalui.

Allah memberikan konsekuensi terhadap keimanan dan amal saleh yang kita lakukan dengan janji ampunan dan pahala. Sedangkan kekafiran dan pendustaan terhadap-Nya juga memiliki konsekuensi yang sepadan, Neraka Jahim. Pilihan tersebut telah dimulai dari sejak kita mengikrarkan diri sebagai muslim sejati.

Meskipun demikian, begitu banyak kita lihat manusia yang telah mengakui pilihannya untuk terus beriman dan beramal saleh, terlena dan melupakan secara sadar atau tidak sadar pilihannya tersebut. Noda-noda pengingkaran terhadap konsekuensi tersebut dapat kita lihat dari banyaknya prilaku yang menyimpang dari kebenaran dan keadilan. Banyaknya tingkat kejahatan, baik kriminalitas maupun pendustaan terhadap amanat yang diberikan, seperti korupsi, ingkar janji dan sebagainya. Begitulah pilihan tersebut dengan segala godaannya. Maka apakah kita masih merasa sebagai orang-orang yang beriman dan beramal saleh? Mari kita renungkan kembali. Wallaahu a’lam bi shawaab.

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!