KELEMAHAN SESEMBAHAN SELAIN ALLAH

GEMA JUMAT, 7 DESEMBER 2018

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Surat al-Furqan ayat 3

Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak Kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak Kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.

 

Ayat sebelumnya menjelaskan tentang keagungan Allah dengan menjelaskan kekuasaan Allah, kemampuannya dalam menciptakan balance (keseimbangan) dalam  penciptaan alam semesta, sedangkan dalam ayat ini Allah menyebutkan bahwa ada keanehan pada sebagian umat yang menuhankan benda-benda mati, atau wujud-wujud yang tidak dapat melakukan sebagaimana Allah ciptakan. Ini adalah keanehan yang cukup nyata.

Dalam ayat ini secara spesifik, Allah menyatakan bahwa sebagian yang disembah itu adalah berhala-berhala atau patung-patung yang tidak dapat berbuat apapun, bahkan untuk dirinya sendiri. Patung dan berhala hanya tegak bagaimana didudukkan atau diposisikan. Tapi anehnya orang-orang masih menyembahnya. Tradisi agama ini bahkan sampai sekarang masih banyak terlihat dalam kehidupan orang-orang yang belum mendapatkan hidayah dari Allah SWT.

Fenomena tersebut, terlepas dari apapun alasan yang disebutkan sebagai argumentasi untuk menuhankan benda-benda tersebut, adalah perkara yang batil, melawan akal sehat dan menunjukkan kedangkalan tentang ciptaan dan pencipta.

Pada zaman modern, justru fenomena yang sebaliknya hadir, dimana orang tidak lagi menyembah patung-patung, tetapi mereka menyembah teknologi, mempertuhankan akal serta hanya mempercayai semua yang tampak saja. Sehingga ihal-hal ghaib yang berkaitan dengan keagamaan tidak lagi dipercayai. Ateisme dikenal sebagai aliran anti agama eksis di muka bumi. Dengan adanya ateisme ini, maka tujuan kehidupan hanyalah bersenang-senang (hedonisme) dan lain-lain. Imbasnya, budaya hedonisme ini menjalar kedalam sendi kehidupan kaum beriman, sehingga walaupun beriman, tetapi prilaku dan tujuan hidupnya jauh dari apa yang digariskan oleh Allah, serta jauh dari yang diridhai oleh Allah SWT. Allahu musta’an.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!