KEMBALI KE FITRAH

GEMA JUMAT, 11 MEI 2018

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Artinya: “….Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur….” (QS. al-Baqarah ayat 185).

Ayat ini adalah potongan akhir dari ayat 185 dalam surat al-Baqarah. Pada penggalan awal

ayat ini disebutkan ten tang bulan Ramadhan yang telah dijelaskan pada edisi sebelumnya, demikian juga tentang penetapan puasa, orang-orang yang boleh meninggalkan puasa dan yang berkenaan dengan keagungan bulan puasa (Ramadhan).

Ayat ini, menurut Ibnu Katsier adalah terkait hubungannya dengan shalat idul fi tri atau takbir yang dilakukan setelah selesai melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Demikian juga menurut riwayat yang disandarkan kepada Abu Abbas. Dengan demikian, tradisi untuk bertakbir menjadi ma’ruf dan memang dilakukan oleh kaum muslimin sejak awal diwajibkan berpuasa sampai hari ini yang telah ribuan tahun.

Begitulah syariat Allah yang indah, selalu berakhir dengan indah. Mana kala kaum muslimin telah menahan lapar dan dahaga selama sebulan penuh, maka Allah janjikan rahmat, ampunan dan insyallah terbebas dari api neraka. Kemudian secara zhahir ungkapan syukur terhadap Allah itu dilakukan dengan melaksanakan takbir, tasbih, tahmid dan tahlil pada malam 1 syawwal.

Berbahagialah orang orang yang telah menyempurnakan puasa dengan sebaik-baiknya, yang

telah menahan nafsu untuk tidak makan, minum, sebagai hal-hal yang membatalkan puasa, serta juga menahan tidak mencaci, memaki, menghasut, baik secara lisan, maupun tulisan pada media sosial atau dimana saja, karena hal tersebut merusak pahala puasa, juga mampu menunaikan perintah Allah dalam kesunnahan dan keutamaan, seperti shalat tarawih, membaca al-Qur’an, sedekah dan sebagainya.

Merayakan keba hagiaan sebagaimana lazimnya bagi kaum muslimin adalah dengan meluapkan rasa gembira, suka cita yang diimplementasikan dengan membeli baju baru,

membuat penganan kue, melakukan ziarah, menjalin silaturrahmi, itu adalah reaksi wajar dari rasa syukur sehingga menjadi tradisi dalam masyarakat kita. Namun, dibalik itu, saat kita telah berhasil melakukan puasa dengan sempurna pada bulan Ramadhan, apakah nilai-nilai yang berhasil kita sempurnakan tersebut dapat berlanjut pada bulan selanjutnya? Atau kita akan mengulangi prilakuprilaku yang dilakukan sebelum puasa?.

Marilah kita senan tiasa menjaga nilai-nilai ibadah puasa tersebut untuk dibawa pada bulanbulan berikutnya. Dengan ibarat lain, jika baju kita telah menjadi bersih dan suci, janganlah lagi dibuat dibaluri oleh kotoran. Semoga Allah menerima semua ibadah puasa kita dan ibadah lainnya dan diistiqamahkan dalam perbuatan baik dan ibadah. Dan sebagaimana hari raya ini disebut dengan idul Fitri (kembali kepada kesucian/fi trah), maka marilah kita kembali kepada fi trah dan kesucian lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal ‘aaidiina wa al-faa’iziin.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!