NERAKA BAGI ORANG KAFIR

null

GEMA JUMAT, 11 JANUARI 2019

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA
Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman

Surat al-Furqan ayat 11-13

Bahkan mereka mendustakan hari kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat. Apabila neraka itu melihat mereka dari Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan.

Pada ayat sebelumnya, bahwa orang-orang kafir adalah lemah dalam dakwaan, kemudian Allah menyatakan jika saja apa yang mereka dakwakan itu mudah untuk ditepis, sebagaimana disebutkan seandainya Rasulullah memiliki kelebihan-kelebihan duniawi, tapi Allah memerlukan keimanan sejati. Dalam ayat berikut, Allah menyatakan bahwa sebagian dari kekufuran mereka adalah mendustakan hari kiamat, dan inilah kekufuran yang besar.

Allah menyatakan bahwa hari kiamat adalah haq (benar). Tiada yang kekal, semua akan berakhir. Dalam banyak ayat al-Qur’an dijelaskan huru-hara hari kiamat, juga dalam hadits tidak kurang penjelasan secara detil tentang kiamat. Hanya Allah yang Maha Tahu kapan terjadinya.

Kembali ke ayat di atas, Allah menyatakan bahwa semua pengingkaran oleh orang-orang kafir dan kekufuran mereka memiliki konsekuensi balasan, yaitu pada hari kiamat mereka akan melihat kedahsyatan hari kiamat secara langsung. Mereka akan melihat bagaimana api yang berkobar-kobar dan bara yang menyala akan mereka lihat dengan jelas. Kekufuran terhadap hari berbangkit akan ditunaikan dengan merasakan sendiri bagaimana semua manusia dibangkitkan dan dihisab atas keimanan, kekufuran, amal baik serta amalan buruk. Tiada yang tersisa, semuanya akan dipertanggungjawabkan.

Bagi orang kafir, inilah pembalasan dari pengingkaran terhadap wahyu al-Qur’an, kenabian, risalah, ketuhanan serta hari kiamat. Di hari inilah rasa penyesalan tak lagi berguna. Kedahsyatan hari kiamat akan meresa rasakan secara langsung. Mereka dimasukkan ke dalamnya dengan tanpa rasa kasihan, dengan dilempar ke dalamnya, serta belenggu-belenggu yang kokoh. Siksaan tak terperi, menjalaninya dengan tidak mati-mati, meski tubuh hancur, tapi dikembalikan lagi ke bentuk semula, menjalani azab di neraka adalah seburuk-buruk nasib. Tak ada seorang manusia atau jin pun yang akan ingkar, jika neraka dihadirkan di dunia untuk dirasakan bagaimana pedihnya. Demikianlah, maka iman yang telah terpatri adalah hidayah yang tak ternilai harganya. Hanya keimanan dan amal saleh di dunia yang dapat menyelamatkan hari akhirat. Allahumma a’idznaa min ‘adzabinnaar…

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!