PENYESALAN ORANG KAFIR DI HARI KIAMAT

GEMA JUMAT, 1 FEBRUARI 2019

Surat al-Furqan ayat 21- 22

Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan (nya) dengan Kami: Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita”? sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezhaliman. Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata: “hijran mahjuran (lindungilah kami di tempat perlindungan)

Pada ayat sebelumnya, Allah telah menyatakan bahwa orang-orang yang tidak beriman pada intinya tidak selamat di akhirat dan mendapat siksa yang pedih, dan sebaliknya orang-orang yang beriman akan mendapatkan pahala dengan apa yang mereka imani sewaktu di dunia dan di akhirat mendapatkan balasan kebaikan dan syurga. Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang tidak mengimani Hari Kiamat dan tidak mengimani adanya hari hisab, akan menyombongkan diri dengan menyatakan, bahwa ‘harga’ keimanan mereka seharusnya dibeli dengan turunnya malaikat untuk mengajak mereka agar beriman kepada Allah, atau lebih hebat lagi, mereka meminta agar ‘bertemu langsung’ dengan Allah untuk masalah pembuktian ketuhanan Allah SWT.

Allah menyatakan bahwa kehendak mereka ini adalah suatu kesombongan yang tak berampun, mereka benar-benar congkak dan telah keluar dari sisi kehambaan mereka. Itu semua –sebagaimana diterangkan oleh Allah SWT adalah kezhaliman, kekufuran yang sangat besar. Mereka melampaui batas prilaku hamba terhadap Tuhannya. Dari ayat di atas, secara tersirat dinyatakan bahwa orang-orang yang meragukan adanya Allah SWT, dengan menunjukkan keraguannya dengan berbagai macam bentuk, seperti Allah dimana? Mengapa cuma mengutus manusia menjadi rasul? Kenapa tidak malaikat saja yang menjadi rasul? Atau kenapa tidak langsung Allah sendiri menyatakan ketuhanan tanpa perlu mengutus rasul? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan prilaku yang melampaui batas.

Pada ayat selanjutnya Allah mengingatkan bahwa pada hari kiamat mereka akan menanggung sendiri ucapan yang pernah mereka lontarkan, terkait keraguannya dengan kerasulan para nabi, terutama Nabi Muhammad SAW. Pada hari itulah tidak ada keangkuhan, kesombongan, kepongahan dan yang tersisa adalah penyesalan dengan imbalan neraka, sehingga mereka meratap-ratap mencari tempat berlindung pada hari yang tidak ada pelindung, melainkan hanya Allah SWT. Demikianlah Allah menggambarkan perilaku orang-orang yang zhalim terhadap kebenaran risalah. Wallahu musta’an.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!