SEBAGIAN BUKTI KEKUASAN ALLAH DI DUNIA

GEMA JUMAT, 12 JULI 2019

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Sungguh mereka telah mendustakan (Al Quran), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. (Q.S. Asy-Syuara 6-8)

Pada ayat sebelumnya dijelaskan bahwa, Nabi Muhammad pernah merasa sedih atas penolakan kaumnya terhadap dakwahnya, kemudian Allah SWT membesarkan hatinya untuk tetap bertahan dalam menghadapi kaumnya. Dalam ayat ini diterangkan bahwa janji Allah pasti akan terjadi terkait orang-orang yang mendustakan al-Qur’an, bahwa mereka akan menghadapi kesulitan yang maha dahsyat nantinya.

Kemudian pada ayat selanjutnya, Allah mengalihkan perhatian pada kejadian dan penciptaan-Nya di muka bumi. Allah SWT mengajak manusia untuk memikirkan ayat-ayat dan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang ada di muka bumi. Untuk kali yang pertama, Allah mengajak manusia untuk bertafakkur dengan lingkungan alam sekitar mereka, yaitu tumbuh-tumbuhan yang hidup di bumi, bermacam corak dan ragam aneka hayati bisa kita lihat dengan jelas di sekeliling kita. Bila kita berpikir lebih jauh, akan sampai pada pertanyaan, siapakah yang menciptakan semuanya itu dengan tanpa cela? Semua yang tercipta itu hidup dalam harmoni dan keseimbangan yang utuh. Lebih-lebih dengan alam teknologi yang telah canggih sekarang ini, maka akan lebih banyak lagi dinamika kehidupan yang dapat ditelaah.

Allah SWT telah menyediakan kepada kita tumbuh-tumbuhan untuk kita manfaaatkan dalam kehidupan kita, untuk menyokong keberlanjutan dan eksistensi manusia, dengan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan itu, manusia dapat mempergunakannya, apakah untuk pangan, sandang dan pangan, semuanya merupakan anugerah yang luar biasa yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia.

Kemudian Allah SWT menyatakan lagi, bahwa dengan perenungan yang mendalam, manusia pasti sampai kepada hakikat bahwa Allah-lah yang berhak disembah.

Meskipun demikian, bantahan yang tidak menggunakan akal pikiran untuk memahami dan merenungi lingkungan hidup dan sekitarnya, Allah menegaskan hal tersebut, pada akhir ayat yang berbunyi: “dan kebanyakan mereka tidak beriman”. Ini adalah penegasan bahwa dalam pikiran yang tersempit manusia, masih ada pengingkaran terhadap kekuasaan Allah SWT. sikap dan prinsip tidak menerima kebenaran inilah yang akhirnya disebut dengan atheis. Semoga kita dijauhkan dari segala sifat yang meragukan tentang kekuasaan Allah SWT tersebut. Amin ya rabbal alamiin.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!