TANDA-TANDA KEBESARAN ALLAH

 GEMA JUMAT, 30 NOVEMBER 2018

Surat al-Furqan ayat 2

Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya

Pada ayat sebelumnya Allah menyatakan Dzat-Nya dengan segala sifat-sifat yang menunjukkan ketinggian dan kesucian-Nya. Kemudian pada ayat ini Allah memperkenalkan Dzat-Nya dengan semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada bantahan bagi orang-orang yang mengingkari kekuasaan Allah, karena Allah telah membungkam mereka dengan Dimensi ke-Ilahi-an yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun.

Allah juga menyatakan bahwa Dzat-Nya tidaklah seperti sifat makhluk hidup secara umum, yaitu adanya keturunan dan berkembang biak. Allah menjelaskan hal itu dengan menyatakan bahwa Allah tidak memiliki anak (keturunan), sebagaimana yang dipahami oleh penganut agama samawi yang selain Islam. Dalam iman kristiani, para penganut agama tersebut menganggap bahwa Isa adalah anak Allah sehingga terpatri dalam keimanan mereka dalam trinitas. Namun, Allah menyanggah pernyataan keimanan tersebut dalam beberapa ayat al-Qur’an. Serta menyatakan bahwa keimanan seperti itu adalah batil.

Allah juga memperkenalkan diri-Nya dengan kemampuan-Nya untuk mengatur alam semesta, tidak ada istilah koalisi, perkongsian dan hal-hal yang menunjukkan turut campur lain dalam mengurusi seluruh alam semesta. Kemudian Allah menyatakan bahwa semua yang ada di langit dan di bumi adalah merupakan ciptaan-Nya. Tidak ada segala sesuatupun di dunia ini tanpa sepengetahuan-Nya.  Dalam hal itu pula, Allah menyatakan bahwa Allah tidak menciptakan sesuatupun, kecuali dengan perhitungan yang tepat. Tidak serampangan. Semua ciptaan Allah terjadi secara harmoni, seimbang, selaras tidak ada yang batil, tidak ada yang tidak berguna, semuanya memiliki peran dan fungsi masing-masing.

Demikianlah, Allah SWT memperkenalkan Dzat-Nya dengan sifat-sifat Ketuhanan yang sesungguhnya. Jika ada orang yang mencoba mempertanyakan kebenaran Allah sebagai ilah, maka bagi yang berakal cukuplah satu potong ayat ini untuk membuktikan bagaimana seharusnya sesuatu yang disembah itu memperkenalkan dirinya. Adapun Tuhan-tuhan yang disembah selain Allah, tidak mampu memperkenalkan kekuasaan-Nya, sebagaimana Allah menjelaskan dengan lugas. Tak terbantahkan. Kemudian, mengapa sebagian kita masih meragukan Allah?

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!