TUDUHAN LEMAH ORANG KAFIR

GEMA JUMAT, 14 DESEMBER 2018

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Surat al-Furqan ayat 4

Dan orang-orang kafir berkata, “Sesungguhnya ini) Alquran ini (tidak lain hanyalah kebohongan-kebohongan) yakni kedustaan (yang diada-adakan olehnya) oleh Muhammad sendiri (dan dia dibantu oleh kaum yang lain) yakni oleh sebagian dari orang-orang ahli kitab. Allah berfirman: (Maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kelaliman dan dusta yang besar”) yakni kekafiran dan kedustaan.

Pada ayat sebelumnya, dijelaskan bahwa sesembahan selain Allah adalah batil, tidak memiliki dasar argumentatif untuk disembah, karena Allah menyanggah-Nya dengan menyuruh mereka untuk berfikir tentang penciptaan langit dan bumi, dan mempergunakan akal mereka untuk merenungkan tentang esensi penciptaan.

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir yang tidak mau menyembah Allah dan mendustakan al-Qur’an dengan menyematkan tuduhan bahwa al-Qur’an adalah buatan atau gubahan Nabi Muhammad SAW. Orang-orang kafir meskipun menuduh dengan tuduhan tersebut, mereka tidak dapat membuktikan tuduhan tersebut. Ada beberapa hal yang membuktikan bahwa tuduhan mereka itu tidak benar, diantaranya bahwa mereka tidak dapat menemukan bukti bahwa apa yang diucapkan oleh Rasulullah adalah sebuah kebohongan. Setelah itu, bila itu memang bohong, tetapi orang-orang semakin hari semakin banyak jumlahnya yang beriman, juga kehidupan mereka lebih teratur. Ketiga, apabila Nabi berdusta, dengan menyatakan bahwa beliau mengambil dari ajaran-ajaran agama terdahulu, maka Nabi Muhammad tidak dapat membaca teks. Keempat, beberapa kali tantangan al-Qur’an yang menantang agar orang-orang kafir menyaingi teks ayat al-Qur’an walau hanya satu surat, tetapi (bahkan) sampai sekarang belum ada yang dapat melakukan atau menyanggupinya. Kemudian, bahwa kebohongan tidak dapat bertahan lama. Tetapi ternyata al-Qur’an dan Islam masih bertahan dan murni dalam kurun waktu empat belas abad lamanya. Adakah kebohongan yang kekal seperti perjalanan al-Qur’an dan Islam?. Tidak ada.

Begitulah cara berfikir orang-orang yang dalam hatinya ada hasad (dengki) terhadap kebenaran. Hatinya tertutup untuk sesuatu yang benar. Mereka memutarbalikkan fakta, lalu mereka mencari-cari alasan dan justifikasi (pembenaran) terhadap apa yang mereka dustakan itu. Pada akhir ayat, Allah SWT menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan dan tuduhkan kepada Nabi Muhammad SAW akan dipertanggungjawabkan. Di dunia, mereka dicap Allah dengan ‘kafir’ dan ‘pendusta’. Di akhirat, Allah SWT menimpakan azab yang pedih. Allahu musta’aan.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!