WASIAT NABI KEPxADA KETURUNANNYA

GEMA JUMAT, 23 NOVEMBER 2018

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Surat al-Furqan ayat 1

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.

Allah memperkenalkan Dzat-Nya dengan sifat-sifat yang menunjukkan keilahian-Nya dengan sangat indah.  Allah menunjukkan sifat ketuhanan-Nya dengan menyatakan diri-Nya Maha Suci sebagai Dzat yang telah menurunkan al-Qur’an (al-Furqan) kepada hamba-Nya (Muhammad). Dalam konteks ayat ini, dapat dilihat bahwa Allah menunjukkan derajat ketinggian-Nya dengan ungkapan (nazzala = menurunkan), yang menjadi indikasi bahwa Dia-lah yang Maha Tinggi dan tak ada makhluk yang dapat menandingi ketinggian-Nya.

Kemudian pada potongan ayat tersebut juga diungkapkan bahwa hamba-Nya (Muhammad) adalah seorang yang diberikan al-Qur’an untuk menyampaikan kepada umat manusia sebagai peringatan. Peringatan itu baik untuk bangsa jin maupun bangsa manusia. Dengan melihat ayat di atas, nyatalah bahwa turunnya al-Qur’an adalah anugerah terbesar dalam sejarah perjalanan umat manusia, di samping diturunkannya kitab-kitab samawiyah terdahulu, seperti Taurat, Zabur dan Injil, yang juga disebutkan dalam al-Qur’an telah terjadi perubahan. Sedangkan al-Qur’an adalah kitab yang masih belum terkontaminasi sedikitpun sampai sekarang meski telah mencapai lebih dari empat belas abad lamanya.

Namun ada yang menarik untuk dilihat dalam konteks ayat di atas, bahwa turunnya al-Qur’an adalah sebagai peringatan. Ini menandakan bahwa substansi al-Qur’an adalah sebagai pengingat bagi umat manusia, terhadap kewajiban mereka sebagai makhluk, jalan hidup dan petunjuk untuk kehidupannya. Oleh karena itu amat disayangkan, begitu banyak orang yang telah membaca al-Qur’an, bahkan menjadi penghafal al-Qur’an, tetapi ia hanya menganggap bahwa bacaan itu adalah hanya sekedar untuk memahami tajwid, tilawah dan hal-hal yang bersifat teknis saja yang diperlombakan atau diperdengarkan, namun secara substansial masih banyak orang yang tidak memahami al-Qur’an. Dengan demikian perlu adanya semangat dan usaha untuk memahami makna al-Qur’an secara kaffah, yang nantinya sebagai bekal untuk dapat menerapkan Islam secara kaffah.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!