Baitul Mal Hadapi Keterbatasan SDM

Dr. H. Armiadi Musa, MA, Kepala Baitul Mal Aceh

Apa upaya Baitul Mal Aceh untuk memaksimalkan pengumpulan zakat?

Ada beberapa strategi yang kita lakukan, baik dengan sosialisasi secara langsung kepada segmen-segmen muzakki atau melalui media untuk menyampaikan informasi sebagai upaya penggalangan dana tadi, dan ini adalah salah satu tugas utama dari Baitul Mal Aceh yang setiap saat kita melakukan sosialisasi. Diharapkan pengumpulan zakat akan terus meningkat dari tahun ketahun, sehingga
penerimaan zakat tidak hanya dari pemungutan bendahara yang memang dipungut langsung dari PNS, melainkan juga dari instansi-instansi lain, baik dari instansi vertikal atau pegawai-pegawai BUMN, BUMD yang ada di Aceh.

Apa kendala yang masih dihadapi?

Saya kira diantaranya adalah kita menghadapi keterbatasan SDM. Dan ini masalah serius kalau kita ingin berjalan cepat. Kemudian menyangkut masalah dana itu sendiri, karena kita tidak mau menggunakan dana zakat atau infak, kitaberharap dari dana APBA, tapi itu terbatas sekali, kadang kita punya sasaran muzaki, tapi ada keterbatasan dana, tapi bukan berarti tidak ada dana kita tidak bisa kerja.

Apakah Baitul Mal Kabupaten/Kota juga sudah berjalan dengan baik?

Saya kira sangat variatif sekali, tingkat progres antara satu Baitul Mal dengan Baitul Mal lainnya, bahkan ada perbedaan sangat signifikan, misalnya kita bandingkan antara Baitul Mal yang ada di daerah perkotaan dengan daerah yang jauh sekali dari perkotaan.

Walaupun secara tugas, fungsi dan kewenangan serta program semuanya sama, tapi disisi lain mereka punya masalah masing-masing, terkadang adalah perhatian pemerintah daerah setempat, ada yang bagus ada yang biasa saja, bahkan penyaluran sendiri terkadang mereka menghadapi kendala, artinya perhatian pemerintah setempat sangat mempengaruhi, tentunya juga dari pengurus Baitul Mal itu sendiri.

Tanggapan masyarakat terhadap Baitul Mal?

Saya kira itu sudah tersosialisasi kepada masyarakat, umumnya masyarakat sudah tau keberadaan Baitul Mal, apalagi banyak program Baitul Mal yang langsung menyentuh ke masyarakat, umpamanya seluruh Baitul Mal punya program fakir uzur, kemudian bantuan rumah Baitul Mal baik provinsi dan kabupaten/kota.

Terkait dengan upaya Baitul Mal melakukan audiensi dengan instansi seperti Kodam, Polda dan Kejaksaan Tinggi Aceh, apa yang ingin dicapai dari pertemuan tersebut?

Seperti yang kita sampaikan tadi, kita sebenarnya mau mereka semua membentuk UPZ, ketika semua membentuk UPZ maknanya dia telah memungut zakat secara resmi, jadi dibentuk diintansi bersangkutan, ia memungut zakat dan diserahkan kepada Baitul Mal. Lalu, apa tanggapan dari instansi-instansi tersebut? Semua memberikan tanggapan yang positif. Seperti Kodam, mereka sampai  membuat berbagai dokumen yang dibutuhkan, tapi mereka membutuhkan satu surat lagi dari KSAD, karena garis komandonya seperti itu, kalau sudah ada surat itu mereka langsung bisa melaksanakannya. Kemudian Polda juga respon bagus, tinggal pembentukan UPZ nya, kemudian Kejaksaan Tinggi juga bagus tanggapannya dan mereka juga akan membentuk UPZ. Selain itu kami juga sudah ke TVRI dan Bulog. (Abi Qanit)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!