H. Harun Keuchiek Leumiek; Membangun Mahligai Di Surga

Masjid “ H. Keuchik Leumiek” telah rampung. Insyaallah, Senin (28/01) akan diresmikan oleh PLT Gubernur, Ir. H. Nova Iriansyah, MT. Masjid yang sangat indah itu berdiri indah di tepi sungai Krueng Aceh, Gampong Lamseupeueng, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Ameer Hamzah dari Gema,  wawancara  dengan  H. Harun keuchik Leumiek, tokoh pembangun masjid untuk mengenang jasa orang tuanya.

Sejak kapan Bapak bercita-cita membagun masjid  dan memberi nama  seperti nama orang tua sendiri?

Saya sudah bercita-cita membangun sebuah masjid sejak 20 tahun lalu. Cita-cita itu terkendala akibat bayak cobaan yang menimpa Aceh, antara lain; fluktuasi mata uang,  gempa dan tsunami, juga masalah-masalah izin, lokasi masjid yang waktu itu belum terpikir di tempat sekarang.

Beberapa tahun yang lalu saya teringat kembali tentang pembangunan masjid dari dana usaha sendiri. Lalu saya berembuk dengan putra saya Memet ( H. Muhammad Kamaruzzaman, SE). Putra saya setuju merealisasikan cita-cita suci ini asal terpenuhi lima syarat.

  1. Niat Lillahi Ta’ala, untuk ibadah, bukan ujub, riya’ dan takabbur.
  2. Membangun masjid seindah mungkin agar orang yang shalat merasa senang dan sejuk di dalamnnya.
  3. Seluruh dana dari hasil usaha sendiri, tidak membuat provosal atau meminta dana dari siapapun. Bila sudah diserahkan kepada masyarakat (umat) nanti  boleh saja menerima bantuan.
  4. Nama masjid ini “H. Keuchik Leumiek” untuk mengenang orang tau tercinta “H. Keuchik Leumiek” pendiri Toko Mas dan Souvenir” di pasar Aceh. Dengan berkat afiah dan sempena almarhumah usaha keluarga berkembang baik.
  5. Semua dana yang habis untuk pembangunan masjid ini tidak diumumkan kepada masyarakat untuk menjaga keikhlasan dalam beramal.

Oh ya, jadi Bapak ingin mendapat pahala akhirat?

Ya, benar! Apa yang saya usahakan ini mengharap pahala dari Allah SWT semata, karena Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadits. “Barang siapa membangun sebuah masjid, maka Allah akan membangun sebuah  mahligai untuknya di surga”. Semoga Allah menerima amal saya, dan mengampuni dosa-dosa orang tua saya Allahyarham, Teuku Keuchik Leumiek karena namanya saya abadikan untuk nama masjid ini. Semoga Allah membangun sebuah mahligai di surge kelak.

Bagaimana yang Bapak maksudkan membangun masjid seindah bmungkin?

Ya . saya sudah berusaha membangun masjid seindah mungkin. Desainnya sangat baik, dibuat oleh tukang-tukang professional. Misalnya relief-relief dari masjid banyak kita ambil dari gaya Timur Tengah dan Moor seperti Masjid Cardova di Andalus, juga gaya masjid  Nabawi di Madinah. Keindahan lain, terletak di tepi sungai Aceh yang sangat asri.

Siapa yang menulis kaligrafi di dalam masjid Pak?

Kaligari atau khat ditulis oleh kaligrafer terkenal dari Jawa. Mereka telah menulis ratusan  kaligrafi di masjid-masjid besar di Indonesia. Semoga para jamaah teduh dan nyaman melihat keindahan kaligrafi. Mihrap juga sangat enak di pandang.

Daya tampung masjid kita ini berapa ribu Pak?

 Insyaallah akan menampung lebih kurang 1000 jamaah lebih. Masjid ini juga menyediakan 60 tempat wudzuk, 30 untuk pria dan 30 untuk perempuaan. Semua kegiatan agama akan dipusatkan di masjid ini. Nanti saya serahkan kepada masyarakat Gampong Lamseupeueng.

Konon, peresmian masjid ini akan dihari oleh tamu-tamu luar negeri Pak?

Benar, nanti akan datang tokoh-tokoh dari Kamung Acheh, Yan, Kedah Malaysia. Juiga tamu-tamu saya yang lain dari Jakarta, Medan. Juga akan dihadiri oleh pejabat-pejabat Aceh dan Pemko Banda Aceh. Malamnya kita makan nasi dengan menu kuah beulangong. Kata H. Harun Keuchik Leumiek mengakhiri wawancara singkat dengan beliau.(ah)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!