Islamisasi Total Sistem Perekonomian Aceh

GEMA JUMAT, 14 SEPTEMBER 2018

Menerapkan sistem perekonomian syariah dalam kehidupan sehari-hari dapat membawa kemaslahatan bagi umat Islam. Kemaslahatan tersebut hadir sebab sistem itu menerapkan nilai-nilai Islam.  Aceh khususnya, sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam sepatutnya menuju sistem perekenomian syariah menyeluruh. Untuk lebih jelasnya, wartawan Gema Baiturrahman Zulfurqan mewawancarai Tokoh Ekonomi Syariah 2018 Dr H M Yasir Yusuf MA.

Apakah di Aceh sudah menerapkan sistem perekonomian secara menyuluruh?

Pertama, yang perlu dipahami adalah sistem perekonomian syariah bukan hanya pada perbankan, melainkan menyeluruh. Kalau kemudian ekonomi syariah digambarkan sebagai perbankan syarah, itu salah. Sistem ekonomi syariah adalah sistem yang mengatur ekonomi masyarakat, pemerintah, dan semua stakeholder yang terlibat dalam kegiatan ekonomi itu harus sesuai Islam. Apalagi Aceh sudah memiliki kewenangan melaksanakan syariat Islam secara kafah. Kalau kita lihat secara menyeluruh, baru yang disyariahkan dalam transaksi ekonomi adalah transkasi perbankan syariah, karena Bank Aceh telah dikonversi secara menyeluruh menuju syariah, terlepas dari kontra pandangan masyarakat apakah Bank Aceh itu sudah syariah atau tidak. Tetapi sebenarnya Bank Aeh itu sudah syariah.

Selain perbankan, apalagi yang menyangkut sistem perekonomian syariah?

Ekonomi syariah juga berbicara tentang apa yang ada di pasar, transaksi nonperbankan, jual beli online dan seterusnya. Kalau secara umum masih sangat sedikit sistem ekonomi syariah yang dijalankan di Aceh. Akan tetapi ada kelebihannya, karena notabennya masyarakat Aceh muslim, faktor keimanan dan kepercayaan terhadap agama secara turun temurun menjadikan beberapa transaksi di Aceh sesuai syariah. Hanya ada beberapa yang mungkin yang belum diatur terjadi pelanggaran syariah, seperti rentenir di pasar, jual yang dijual tidak sempurna, ada unsur penipuan, itu masih terjadi di Aceh.

Bagaimana caranya sistem ekonomi di Aceh sesuai syariah?

Pertama, penerapan ekonomi syariah tidak dapat dilakukan secara serta merta, dia harus bertahap. Dimulai dengan membangun pemahaman masyarakat pentingnya muamalah sesuai syariah sehingga pendapat mereka menjadi halal. Kalau ini sudah dipahami dengan baik, maka masyarakat tidak akan menjual sesuatu yang haram atau cara menjualnya secara haram. Kalau mereka sudah memahami hal tersebut, maka mereka akan mengerti.

Yang kedua, dibutuhkan pendekatan qanun dan aturan. Dengan adanya aturan, masyarakat memastikan bahwa transkasi yang mereka laksanakan secara syariah. Contohnya, memastikan makanan yang dijual tidak unsur boraks. Ketiga, evaluasi, ada lembaga hisbah, misalnya,WH diperluas kewenangannya sampai melihat transaksi ekonomi di pasar. Adanya pengawasan sehingga masyarakat tidak tergoda melakukan tindakan sesuai Islam. Inilah yang dilakukan Umar bin Khattab, membuat lembaga hisbah khusus memantau perdagangan dan kegiatan di pasar.

Kemudian, apa saja kelebihan menerapkan sistem ekonomi syariah?

Ekonomi syariah lahir dari aturan syariah yang sesuai dengan fitrah manusia. Siapapun yang mengikuti ekonomi ini akan mendapatkan berkah di dunia dan akhirat. Misalnya, seseorang yang melakukan perbuatan curang dalam timbangan, meskipun mendapat kekayaan dalam hidupnya, tidak akan tenang hidupnya karena takut ketahuan pada suatu saat. Maka setiap harta yang tidak didapat dari cara halal tidak akan memberikan kenyamanan.

Pendapatan secara haram, akan membuat hubungannyadengan Allah bermasalah. Kalau orang mencari ketenangan hidup dengan memperbanyak harta dengan cara salah, maka itu salah. Malah itu membuat kehidupan rumah tangganya tidak akan tenang. Maka kembali pada perilaku ekonomi syariah, memberikan apa yang diinginkan secara fitrah manusia, pada akhirnya dia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!