Kekuatan Masjid Bangun Ekonomi Ummat

GEMA JUMAT, 25 JANUARI 2019

Dr. H. M. Yasir Yusuf, MA (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-RaniryKekuatan Masjid Bangun Ekonomi Umat)

Masjid adalah tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis untuk kemajuan peradaban ummat Islam. Sejarah telah membuktikan multi fungsi peranan masjid tersebut. Masjid bukan saja tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pengajian keagamaan, militer dan fungsi-fungsi  sosial-ekonomi lainnya. Potensi kolektif kekuatan jamaah masjid sangat besar. Banyak masjid dibangun dengan megah namun masih disayangkan apabila tidak diikuti dengan pengembangan ekonominya. Dengan kekuatan tersebut, masjid dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada jamaah dan juga pedagang sekitar yang berjualan di masjid tersebut. Simak wawancara singkat wartawan Tabloid Gema Baiturrahman Indra Kariadi dengan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Dr. Muhammad Yasir Yusuf, MA, tentang Pengembangan Ekonomi Masjid

Bagaimana cara mengembangkan ekonomi masjid?

Masjid adalah tempat ibadah dalam makna khusus dan umum. Makna khusus bahwa masjid tempat dilaksankannya ibadah shalat secara berjamaah. Makna umum bahwa masjid menjadi tempat inspirasi bagi ummat Islam untuk mengembangkan semua kegiatan kehidupan sehari-hari dalam sujud kepada Allah. Artinya ibadah shalat harus menjadikan ketundukan kita kepada Allah dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Untuk itu uang kas masjid harus digunakan bukan hanya untuk kemakmuran masjid tapi juga kemakmuran pembangunan ekonomi jamaah dari masjid. Karena aset yang berharga dalam masjid adalah jamaah.

Lalu, apa peran masjid dalam membangun ekonomi umat?

Masjid harus berperan menjadi katalisator bagi pembangunan ekonomi ummat. Pembanguna ekonomi ummat disini dimaksudkan bahwa masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tapi masjid bisa mendorong jamaah untuk tumbuh dari sisi ekonomi secara berjamaah. Misalnya: dimesjid bertemunya antara pemodal dengan pengusaha yang kemudian bisa saling bantu untuk investasi. Di masjid berjumpa sesama jamaah yang mempunyai produksi dengan konsumen, maka mereka bisa saling beli. Ketika ekonomi jamaah tumbuh akan berdampak pada pertumbuhan aset masjid melalui sedekah dan wakaf, dengan aset itu dikelola secara profesinal, maka akan mendatangkan income masjid lebih baik dan bisa kemudian membantu dhuafa, fuqara dan masakin.

Apa yang harus dilakukan oleh pengurus masjid dalam membangun ekonomi umat?

Pertama, merubah mindset pengurus masjid dalam pengelolaan masjid. Masjid harus berbasis jamaah. Jamaah adalah aset utama. Memberikan servis yang terbaik bagi jamaah akan mendorong kemakmuran bagi masjid. Kedua, menyusun konsep secara terencana bagi pengelolaan dan pengembangan masjid, mulai dari pemakmuran, pengembang dan sampai pemberdayaan. Ketiga, sset masjid dikelola secara baik bagi kemakmuran masjid dan jamaah, khususnya bisa mensubsidi kebutuhan fuqara dan masakin diseputaran masjid

Manfaat lain diperoleh?

Adapun manfaat dari pengelolaan ekonomi mesjid akan menjadikan masjid itu mandiri disisi finansial untuk memenuhi semua kebutuhan daripada masjid. Daya tarik masjid menjadi poros utama bagi masyarakat dikarenakan masjid mampu menjadi salah satu katalisator untuk peningkatan ekonomi jamaah. Masjid juga  berfungsi sebagai  lembaga sosial untuk membantu jamaah yang kurang mampu seperti masjid bisa memberikan subsidi makanan untuk masyarakat miskin di sekitar masjid.

Di sisi lain masjid menjadi tempat bertemunya antara muslim yang mempunyai uang ataupun dana dengan muslim yang mempunyai kemampuan usaha sehingga bisa saling membangun dan membantu untuk melakukan investasi di antara sesama jamaah saling beli di antara mereka saling menguatkan di antara mereka, ini kemudian akan berdampak pada makmurnya jamaah. Memakmurkan masjid dikarenakan infak sedekah dan wakaf secara simultan akan bertambah baik

Ekonomi apa yang bisa dikembangkan?

Jika masjid mempunyai aset maka aset ini bisa dikelola dalam bentuk bisnis seperti membuka usaha ataupun menyewakan aset masjid ke pihak ketiga untuk dikelola secara profesional yang keuntungannya digunakan untuk kegiatan dan kepentingan masjid.

Kemudian juga bisa membuka mart, masjid mart. Modalnya bisa dari masjid atau aset masjid yang modalnya berasal dari jamaah. Keuntungannya bisa dibagi sesuai kesepakatan ataupun konstribusi jamaah dengan masjid.

Masjid akan maju jika servis dan pelayanan untuk jamaah diutamakan jika sound system masjid tidak baik, kenyamanan jamaah dalam shalat tidak nyaman. Maka pengembangan masjid berorientasi kepada jamaah mulai dari toilet yang bersih, tata ruang masjid yang baik, suara imam yang merdu dan lain-lain.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!