Orientasi Pendidikan Menguatkan Agama

GEMA JUMAT, 09 FEBRUARI 2018

(Aryos Nivada – Pengamat Politik dan Keamanan)

Setiap zaman mungkin memiliki pola dakwah yang berbeda, namun yang pasti tuntunan akan hal tersebut telah jelas tersurat dalam al-Qur’an yang menyebut Islam sebagai agama pembawa rahmat dan kedamaian. Menyampaikan ajarannya dengan penuh hikmah dan suri tauladan.

Bila kemudian saat ini terlihat jelas adanya paham atau ideologi yang bertentangan dengan apa yang diajarkan al-Qur’an dan tauladan nabi Muhammad SAW. Maka tidak ada cara lain menangkal serta mengatasinya selain dengan jihad dalam makna mengeluarkan seluruh kemampuan kita untuk berfikir cerdas menganalisa kebenaran dari paham atau ideologi tersebut. Kecerdasan hasil dari pembelajaran yang kuat akan berdampak kepada perlawanan ideologi melawan ideologi, pemikiran versus pemikiran. Dan jika sebuah paham atau ideologi sesat tersebut telah menjadi sebuah gerakan massif yang mengancam dan menganggu maka tiada kata lain untuk dilakukan selain jihad dalam makna memeranginya Simak wawancara singkat wartawan Tabloid Gema Baiturrahman Indra Kariadi dengan pengamat politik dan keamanan, peneliti di Jaringan Survey Inisiatif dan penulis buku Wajah Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada tentang paham radikal.

Apa yang dimaksud dengan paham radikal?

Paham radikal adalah perubahan atau pembaruan dengan cara drastis hingga ke titik paling akar. Bahkan, untuk mencapainya melibatkan banyak cara hingga yang paling ekstrem: kekerasan baik simbolik maupun fisik.

Mengapa paham radikal bisa memasuki masyarakat kita, khususnya di Aceh?

Setiap  dari memiliki peluang yang sama. Dalam konteks Aceh masuk faham radikal karena lemahnya penguatan kecintaan terhadap nasionalisme dan kecintaan terhadap Aceh. Rasa keadilan yang belum dirasakan oleh sebagian masyarakat atau kelompok masyarakat. Latar belakang pendidikan yang rendah dianggap merupakan salah satu penyebab mengapa generasi muda ataupun anak sekolahan sangat tertarik untuk terlibat dalam kegiatan radikal.

Keadaan ekonomi yang kurang memadai disertai dengan sikap apatis terhadap kondisi kehidupan lingkungan sekitar, dapat dianggap menjadi salah satu faktor penyebab untuk menarik generasi muda dalam melakukan tindakan radikal.

Bagaimana kiat-kiat mencegah paham radikal?

Pertama, memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar. Kedua memahamkan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar. Ketiga, meminimalisir kesenjangan sosial. Keempat, menjaga persatuan dan kesatuan. Kelima,  berperan aktif dalam melaporkan radikalisme dan terorisme

Apa yang menjadi penyebabnya radikalisme bisa masuk ke Perguruan tinggi?

Masih lemahnya pendidikan diradimalisme yang belum maksimal. Selain itu sistem penguatan pemahaman nasionalisme belum begitu kuat sehingga mudah masuk di perguruan tinggi

Bagaimana cara perguruan tinggi membentengi mahasiswa dari paham radikalisme?

Apa yang sudah dilakukan di unsyiah sudah bagus. Ada pendidikan agama LP3A dan peran dosen memberikan pencerahan. Di UIN ada pondok mengajarkan tentang anti tindakan radikalisme

Apa upaya Pemerintah dalam memerangi paham radikalisme?

Pemerintah harus bertindak reaktif cepat dan tepat sasaran. Caranya membuat sistem pendidikan berorientasi penguatan agama

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!