Perlu Kualitas Peringatan Maulid

GEMA JUMAT, 16 NOVEMBER 2018

Abu Daud Hasbi

Ba’da Shalat  Subuh di Masjid Raya, Kamis (15/11)  H. Ameer Hamzah  dari Gema Baiturrahman  berkesempatan  mewawancarai  seorang ulama Aceh, Drs. Tgk. H. M Daud Hasbi, MAg. Yang juga shalat subuh di masjid bersejarah ini. Beliau adalah Ketua Umum  Pengurus  Besar Persatuan  Ulama Dayah Inshafuddin Aceh. Berikut kami sajikan untuk Anda.

Assalamualaikum Abu Daud. Lama nian  tak ketemu?

Walaikumussalam Wr. Wb. (lalu kami berpelukan). Apakah sehat

Alhamdulillah! Sehat Abu. Oh ya! Bagaimana pendapat Abu tentang musim maulid (Rabiul Awal) yang sudah tiba lagi?

Bagi penceramah, musim maulid kan musim panen? Semakin banyak undangan semakin banyak rezeki. Termasuk kita juga! (beliau berseloro). Terlepas dari itu (tambahnya). Maulid itu penting untuk mendidik akhlak generasi millenial, kata orang sekarang. Kalau bahasa kita generasi muda. Kepada mereka wajib kita perkenalkan syakhsiah (kepribadian) Nabi Muhammad SAW.

Tahun-tahun yang lalu, maulid Nabi diperingati di mana-mana. Mulai dari Gampong sampai istana Presiden. Penceramah didatangkan dari luar kota, tetapi masyarakat tak berubah. Bagaimana pendapat Abu?

+Coba dibayangkan! Sedang ada peringatan maulid saja, masyarakat tak berobah. Bagaimana kalau mualid tidak diperingati? Saya kira, peringatan kelahiran Rasulullah yang sudah mentradisi ini perlu dipertahankan terus. Banyak hikmahnya. Lewat maulid Nabi kita dapat memperkenalkan syariat Islam kepada umat. Kita juga dapat menguraikan sirah (riwayat hidup Nabi) kepada umat Islam seperti ceramah Anda di Baiturrahman.

Bagaimana pendapat Abu dengan makan kenduri maulid yang oleh sementara orang  dikatakan bid’ah?

Nyan hana beutoi! (Itu tidak benar)  Masak makan nasi dikatakan bid’ah. Kenduri  akan mendapatkan pahala, apalagi yang makan itu fakir miskin dan anak yatim. Tujuan kita untuk mengumpulkan manusia mendengar zikir maulid (Syair sirah Nabi, seperti Kitab Barzanji). Juga ceramah oleh orang yang ahlinya.

Apa saran Abu tentang peringatan maulid yang sudah menjadi adat budaya Aceh ini?

Perlu peningkatan kualitas. Misalnya kita perbaiki beberapa hal. Antara lain; Pertama; penceramah harus focus tentang  tema maulid Nabi. Jangan berceramah hanya mampu menyampaikan yang lucu-lucu saja supaya orang tertawa. Unsur lucu juga perlu tetapi jangan banyak sekali.

Kedua, pelajari sirah Nabi yang saheh. Tinggalkan cerita-cerita kurafat dan bid’ah. Ketiga panitia harus hemat biaya, jangan terlalu boros. Perlu juga dipikirkan cara-cara modern yang berkualitas. Kita ajak umat untuk mengamalkan setiap aspek kehidupan yang sesuai dengan keteladanan dari Rasulullah SAW. Amar makruf dan nahi mungkar wajib kita jalankan.

 

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!