Fathimah Az-Zahra

foto ust Ameer H1
Drs. Tgk. H. Ameer Hamzah

Gema, edisi, Jumat 30 Januari 2015
Anak Nabi yang ke lima adalah Fathimah Az-Zahra. Lahir di Mekkah lima tahun sebelum Muhammad di angkat menjadi Rasul. Fathimah putri yang paling bungsu, kakaknya adalah Kasim, Zainab, Ruqayyah dan Ummi Kalsum. Adik Fathimah adalah Abdullah bin Muhammad yang meninggal dunia
waktu kecil.
Satu-satunya anak Rasulullah yang panjang umur adalah Fathimah. Beliau wafat enam bulan setelah Rasulullah wafat. Fathimah berwajah sangat cantik, mirip wajah ayahnya Nabi Muhammad Saw dan berkulit putih kuning sama dengan ayahnya. Fathimah anak kesayangan Rasulullah Saw, apalagi ketika tua hanya Fathimah satu-satunya putri beliau.
Fathimah Az-Zahra menikah dengan Saidina Ali bin Abi Thalib pahlawan Islam yang gagah perkasa. Ali adalah adik sepupu Rasulullah SAW dan sejak kecil diasuh oleh Rasulullah dan Khadijah. Ali termasuk salah seorang yang awal masuk Islam. Ali sahabat yang cerdas, pintu ilmu dan ahli sastra bahasa Arab.
Perkawinan Ali dengan Fathimah Az-Zahra, melahirkan anak-anak yang memberi keturunan yang banyak dari keluarga ahlul bait Nabi. Anak Ali dengan Fathimah adalah Hasan, Husen, Zainab dan Ummi Kalsum.
Semua anak-anak Fathimah ini diberikan nama oleh kakeknya Rasulullah SAW. Kecintaan Rasulullah SAW kepada Fathimah dapat kita temuka dalam beberapa hadis berikut : Sesungguhnya Fathimah adalah bagian dariku, aku merasa tersakiti siapa yang menyakitinya…(HR: Bukhari Muslim).
Wanita terbaik di dunia ada empat, Maryam, Asiah, Khadijah dan, Fathimah (HR: Bukhari).
Fathimah hIjrah ke Madinah satu unta bersama kakaknya Ummi Kalsum. Dalam perjalanan
untanya diganggu oleh seorang kafir yang bernama Alhuwarits. Kafir itu ingin membunuh ke dua
anak Rasulullah tersebut, tetapi Malaikat Jibril kemudian menjadikannya ketakutan dan jatuh
ke tanah. Alhuwarits termasuk kafir yang dibunuh dalam Fathul Mekkah.
Kehidupan Fathimah dengan Sayyidina Ali boleh dikatakan sangat sederhana. Ali bukanlah pedagang, ia sibuk berperang mempertahankan Islam. Fathimah pernah minta kepada Rasulullah agar diberi seorang pembantu rumah tangga. Namun Rasulullah meminta Fathimah supaya bersabar dengan kerja keras.
“Wahai Putriku bersabarlah!”, Nabi tidak mencari pembantu rumah tangga buat Fathimah. Nabi
juga melarang Fathimah mengambil hadiah-hadiah dari manusia. Fathimah harus bisa hidup sederhana, tidak bermewah-mewah. Konon Ali dan Fathimah pernah menahan lapar karena tidak ada
makanan. H. Ameer Hamzah