KARTUN NABI MENGEJEK UMAT ISLAM

Gema, Edisi Jumat, 30 Januari 2015
Suhaimi M. Daud
 
Baru-baru ini mingguan Prancis Charlie Hebdo telah mencetak karikatur Muhammad, akibat dari kejadian itu, kemudian dua bersaudara Kouachi menembak mati 12 orang pegawai Charlie Hebdo di Paris, namun Charlie Hebdo menerbitkan kembali kartun nabi Muhammad dalam keadaan menangis di sampul majalah mereka, tanpa takut setelah diserang, bahkan semakin tambah berani saja.
Di daerah kita Aceh pun terjadi juga penghinaan yang luar biasa terhadap nabi Muhammad Saw dan al-Qur’an, diketahui sejak akhir tahun 2014 melalui buku yang mereka tebarkan melalui Pos, yang berjudul: ‘ Christ, Muhammad, And I ( Yesus, Muhammad, Dan Saya ) diikut sertakan dengan VCD nya.
Ditahun 2010, diadakan lomba membuat karikatur Nabi Besar Muhammad Saw, yang diselengga rakan oleh pengelola jejaring Facebook. Lomba ini diberi judul, ‘ Everyone Draw Mohammad Day ‘ yang digagas Molly Norris, Norris adalah kartunis asal Seattle, Amirika Serikat.
Reaksi keras umat Islam dunia tersebut telah membuat penggagas ‘ Everyone Draw Mohammad Day ‘ sadar. Dia meminta maaf kepada seluruh umat Islam didunia atas tindakannya tersebut dan lalu membatalkan perlombaan itu.
Itu merupakan sekian kalinya penghinaan terhadap seorang nabi setelah dulu sempat seorang warga Swedia yang membuat karikatur Nabi hingga berujung pembakaran rumahnya.
Penggambaran kartun nabi Muhammad Saw oleh Charlie Hebdo itu, merupakan sebagai suatu serangan media. Pihak media Rusia memperingatkan dengan mencetak kartun Nabi Muhammad Saw tersebut bertentangan dengan hukum dan norma moral yang berlangsung berabad-abad. Hal itu juga memancing kebencian dan kemarahan serta mengundang reaksi umat Islam. Memang hal itu telah mengabaikan Hak Allah dan Hak Nabi Muhammad Saw bagi umat Islam.
Menggambarkan sosok nabi, sahabatnya, sangat dilarang dalam agama karena akan muncul kerendahan atas wibawa dan keagungan Nabi Saw atau para sahabatnya.
Untuk melukis nabi Muhammad saja sudah haram, apalagi untuk membuat menjadi karikatur yang menghina dan merendahkan serta tidak sesuai dengan sifat asli dan keterpujian nabi Muhammad itu sendiri. Bahkan gambar itu ditebarkan diberbagai media massa secara terbuka, lalu copyannya itu oleh media lain diterbitkan lagi.
Membuat kartun nabi, itu merupakan bukti bahwa mereka punya maksud jelek kepada umat Islam. Penghinaan agama seperti itu, seharusnya tidak boleh dianggap sepi. Apalagi umat Islam selama ini sudah disakiti secara fisik, kini ditambah lagi disakiti secara psikis. Adapun jumlah umat Islam didunia sedemikian banyaknya.
Semoga penghinaan ini menjadikannya sebagai ketukan hati jutaan umat Islam sedunia untuk menjadi sadar, yang mana kaum muslimin-muslimat telah lama terkesan kurang responsif terhadap agamanya, juga kurang bertoleransi sesama seagama.
Mudah-mudahan dengan adanya peristiwa-peristiwa tersebut, umat Islam dapat menyadari bahwa mereka punya lawan yang lebih dahsyat, tantangan yang lebih keras yang harus dihadapi, dan ada masaalah yang lebih penting dari semua perpecahan dan keretakan yang ada, yang harus diselesai kan.