Peran Penting Perguruan Tingi

1. zaini abdullah
dr. H. Zaini Abdullah

Oleh dr. H. Zaini Abdullah
Gema, edisi Jumat 6 Februari 2015
Peningkatan pendidikan merupakan satu dari sepuluh program prioritas pembangunan di Aceh. Pembangunan pendidikan ini tidak hanya fokus pada sekolah atau perguruan tinggi negeri, tapi juga sekolah dan perguruan tinggi swasta. Dalam hal ini, tentu, peran swasta justru sangat diharapkan, mengingat daya tampung lembaga pendidikan negeri sangat terbatas.
Khusus pendidikan tinggi, saya kira, peran perguruan tinggi swasta (PTS) di Aceh terasa sangat penting, mengingat mahasiswa di lembaga ini jauh lebih besar dibanding perguruan tinggi negeri (PTN). Saat ini, di Aceh terdapat 107 PTS dengan lebih 312 program studi. Dari data yang saya peroleh, jumlah mahasiswa seluruh PTS Aceh lebih dari 150 ribu. Bandingkan dengan mahasiswa PTN yang barangkali jumlahnya tidak sampai setengah dari jumlah itu.
Karena itu, tidak heran jika peran PTS dalam menyiapkan sumber daya manusia jauh lebih besar di banding PTN. Untuk itu, saya kira, penting kita dorong PTS di Aceh supaya terus meningkatkan kualitas, sehingga sarjana yang dihasilkan benar-benar merupakan sarjana aset, bukan sarjana yang menjadi beban masyarakat dan keluarga.
Menurut saya, menghadirkan perguruan tinggi berkualitas di Aceh harus merujuk kepada enam hal: pertama, kualitas input mahasiswa yang baik. Kedua, kualitas staf pengajar, kurikulum, dan fasilitas pendidikan yang baik. Ketiga, pengelolaan sumber daya keuangan yang akuntabel. Keempat, lingkungan akademik yang kondusif dan tingkat disiplin yang tinggi. Kelima, mampu menghasilkan alumni berkualitas yang relevan dengan kebutuhan dan keenam, adanya keterlibatan aktif civitas academica dalam pembangunan bangsa.
Sumber daya manusia
Sejalan dengan geliat pembangunan ke depan, Aceh membutuhkan sumber daya manusia andal, cerdas, kreatif dan memiliki keunggulan di bidang Iptek dan Imtaq. Dalam hal ini, perguruan tinggi memegang peran strategis sebagai produsen SDM berkualitas.
Namun, perlu dicatat, peran ini juga menghadapi tantangan yang tidak mudah. Tantangan itu, antara lain: pertama, perlunya upaya mewujudkan relevansi program studi dengan kebutuhan dunia kerja. Kedua, perlunya mewujudkan program studi sesuai serta realitas global. Ketiga, semakin tingginya biaya operasional pendidikan dan keempat, keterbatasan sumber pembiayaan pendidikan dari pemerintah.
Semua tantangan ini merupakan realita yang harus dihadapi seluruh perguruan tinggi di Aceh. Untuk menutupi kelemahan ini, perguruan tinggi dituntut bisa membangun kerjasama dengan semua pihak, termasuk dalam meningkatkan kreativitas dan inisiatif dari lembaga pendidikan tinggi tersebut.
Dengan manajemen yang baik, saya kira perguruan tinggi di Aceh mampu menjalankan misi yang diembannya. Apalagi dengan kehadiran kampus dan program studi baru, saya yakin, semangat belajar mengajar di pergurian tingi semakin berkembang, sehingga PTS dan PTN mampu berperan sebagai motor peningkatan kualitas pendidikan di Aceh.
Satu hal perlu digaris-bawahi, bahwa tujuan penguatan pendidikan bukan semata-mata untuk bersaing tingkat global, tapi juga merupakan tuntutan ibadah sebab Islam mewajibkan pemeluknya untuk terus belajar dan mengajar. Oleh sebab itu, peran penting pendidikan dalam Islam dapat menjadi motivasi dan inspirasi dalam kita membangun dan mengembangkan perguruan tinggi dan pembangunan pendidikan di Aceh.