Upaya Mencegah Pendangkalan Aqidah
Oleh Drs. H. Rusydi, SH.
 
Mengapa umat islam dituntut memelihara diri dari segala upaya pendangkalan aqidah? Pertama, supaya umat terlepas dari azab naraka, sebagaimana dinyatakan oleh surat At Tahrim, 66:6.
At Tahrim, 66:6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Kedua, yang tidak mau mencegah upaya pendangkalan aqidah akan termasuk kelompok yang merugi hidupnya karena tidak saling bernasihat kepada kebenaran sebagaimana dinyatakan oleh surat Al Ashr. “Demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
 
Pertanyaan berikutnya, aqidah manakah wajib dicegah pendangkalannya? Yang menjadi wajib dicegah adalah upaya mendangkalkan Aqidah yang benar, yaitu aqidah Tauhid, aqidah berdasarkan Ahlussunnah wal Jama’ah, yang mempercayai Rukun Iman Yang Enam, iman kepada Allah, Malaikat, Rasul, Kitab, Hari Kiamat dan Taqdir Allah swt. Jadi kita mesti mencegah segala upaya untuk merusak kepercayaan kepada rukun iman yang enam.
Jadi kita berupaya keras mencegah perusakan Aqidah Tauhid.
Pihak-pihak yang memusuhi Islam berupaya keras merusak Aqidah Tauhid agar ummat menjadi sesat dalam kehidupan beragamanya.
 
Bentuk-bentuk upaya pendangkalan aqidah. Ada beberapa bentuk upaya pendangkalan aqidah pertama, upaya melenyapkan aqidah Tauhid. Misalnya, upaya dari orang-orang Komunis agar orang tidak beragama. Kedua, upaya menukar aqidah Tauhid. Misalnya pemurtadan yang dilakukan oleh Misionaris agar pindah ke dalam agama Kristen. Upaya yang terakhir adalah, pencampuran aqidah Tauhid dengan paham sesat. Misalnya seseorang yang semula ber aqidah Tauhid, menerima ajaran paham/aliran sesat, sehingga disamping membenarkan Aqidah Tauhid juga membenarkan paham-paham sesat tersebut. Akibat menerima paham sesat ini, otomatis merusak Aqidah Tauhid. Misalnya, paham sesat Sepilisme dan aliran sesat lainnya seperti aliran sesat Laduni di Desa Beuragang dan Meunasah Rambot Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat, yang mengajarkan, bahwa shalat wajib hanya tiga waktu sehari semalam, Subuh, Magrib dan Isya, sedangkan Zuhur dan Ashar tergantung pada kesanggupan pengikutnya.
 
Target dan Sasaran
Siapakah yang menjadi sasaran pendangkalan aqidah?, ummat islam yang ber-aqidah tauhid lah yang menjadi sasaran dari ketiga upaya di atas, untuk melenyapkan, menukar dan pencampuradukan aqidah tauhid dengan ajaran sesat. Siapakah yang dapat terpengaruh oleh pendangkalan aqidah itu? Biasanya, orang yang terpengaruh adalah orang yang jahil dengan ilmu tauhid. Kedua, orang miskin harta dalam kehidupan, dan orang yang terperangkap.
Orang yang jahil dengan ilmu Tauhid tidak dapat membedakan mana aqidah yang benar dan mana aqidah yang sesat. Baginya yang terekam dalam otaknya, bahwa Allah adalah Tuhan Pencipta alam semesta, yang wajib disembah dan ditaati. Tetapi dia tidak tahu bagaimana cara menjembah dan mentaati Allah itu. Dia menerima segala ajaran yang disampaikan kepadanya, tetapi dia tidak mampu menyaringnya, apakah ajaran yang disampaikan kepadanya benar atau salah.
Orang yang miskin harta juga dapat dirusak aqidahnya karena pengaruh kehidupan yang sulit. Berapa banyak Muslim, karena kemiskinannya murtad, keluar dari agama Islam pindah kedalam agama lain. Di agama lain itu dia merasa tertolong kehidupannya.
Sekian banyak cara pemurtadan, maka pemberian bantuan materi kepada si miskin adalah salah satu cara ampuh untuk menarik seseorang kedalam agama orang yang membantu. Nabi saw telah mengingatkan , “Kadal faqru ayyakunal kufra. Hampirlah, kemiskinan itu membawa kepada kekafiran.”
Ada orang rusak aqidahnya karena terperangkap. Misalnya dalam perkawinan. Si laki-laki pura-pura masuk Islam, setelah menikah dia murtad kembali ke agamanya semula. Dia berupaya menarik isterinya masuk Kristen. Karena tidak ada daya, si istri yang lemah iman itu, pindah ke agama suaminya yang menuhankan Nabi Isa a.s.
 
Bagaimana cara-cara pendangkalan itu? Pertama dengan engajak untuk mendengarkan ceramah-ceramah sesat dan mempercayainya. Mengajak mengamalkan perbuatan-perbuatan sesat. Memberikan bantuan materi, sehingga umat tertarik kepada paham sesat.
 
Ketika zaman Orde Lama, banyak umat Islam masuk PKI partai anti tuhan karena diberi alat-alat pertanian, jabatan, dan lain-lain. Secara tidak sadar dia telah menjadi kafir.
 
bagaimana cara mencegah pengembangan aliran sesat?
Pertama, setiap diri umat Islam wajib mendalami ilmu Tauhid. Memakmurkan masdjid/mushalla dan melakukan pengkajian ilmu Islam. Karena itu setiap Masjid, Mushalla, meunasah, haruslah mengadakan Pengajian dan Pengkajian Tauhid. Dan Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta penegakan Hukum, yaitu Menegakkan pasal 5 ayat (2) jo. pasal 20 ayat (1) Qanun No.11 tahun 2002,  serta Lembaga-lembaga Islam berda’wah menambah ilmu masyarakat.
Penulis Ketua Forum Kajian Kristologi dan Sepilisme Aceh.