Ada Kerja Ada Makan

Gema, edisi Jum’at 13 Februari 2015
Zainuddin Hasbi, Nasabah Sukses Baitul Qiradh Baiturrahman.
Menjadi pengusaha adalah cita-citanya sewaktu kecil, bahkan statusnya sebagai pegawai negeri sipil pada Kantor Pos Banda Aceh sejak tahun 1981 ini tak membuatnya bergeming untuk menunaikan keinginannya tersebut. Titel ‘pengusaha’ justru baru terpenuhi setelah Zainuddin Hasbi sudah memasuki kepala lima.
Seharusnya suami Hj Rosnina A. Wahab ini memasuki pensiun pada 2012 lalu. Tapi keinginan menjadi saudagar begitu menggelitiknya. Apalagi penghasilannya sebagai abdi negara tidak mampu memberikan sebuah rumah pribadi atau kendaraan bagi keluarganya.
Maka, pada 2003 lalu setelah melalui proses panjang pria kelahiran Pango Banda Aceh, 11 Maret 1956 barulah diperkenankan pensiun dini. Namun ayah 5 putra-putri ini menutup rapat status pensiunan. “Jelas banyak yang menentang keberanian dan menyayangkan sikap saya berhenti sebagai pegawai negeri sipil,” katanya, beralasan. Hak Pak Din, demikian biasa dipanggil, berupa uang pensiun mencapai Rp 150 juta digunakan sebagai modal usaha menjual berbagai jenis dan merek sepatu, sandal, tas, dompet khusus bagi perempuan.
Pensiun dini mengispirasinya menamakan tokonya “Usaha Dini”. Toko miliknya ini terletak di Blok C No. 101 Suzuya Shopping Center di pusat Kota Banda Aceh. Setahun setelah usahanya lancar, barulah ia bermitra dengan pembiayaan dari lembaga keuangan syariah, Baitul Qiradh Baiturrahman (BQB) Cabang Ulee Kareng. “Pinjaman pertama saya pada Baitul Qiradh Baiturrahman sebesar Rp. 5 juta dan dapat dilunasi beberapa bulan sebelum jatuh tempo,” jelasnya.
Pihak manajemen BQB menilai kejujuran dan kesungguhan pengusaha yang hanya tamatan SMP ini dalam menyelesaikan pinjaman. “Pak Zainuddin menyetor cicilan pinjaman setiap hari,” ungkap Maulida Lailiana, Manajer Cabang BQB Ulee Kareng saat ini. Sehingga saat Pak Din mengajukan kredit Rp. 100 juta untuk tambahan modal usaha, unsur pimpinan lembaga bermoto memberdayakan ekonomi umat yang berkantor pusat di Masjid Raya Baiturrahman ini memberikan pinjaman. Uang sebesar itu yang seharusnya dilunasi dalam masa 20 bulan juga dapat dilunasi beberapa bulan sebelum batas kesepakatan.
Ada pesan moral yang ditujukan bagi para pedagang atau pengusaha lainnya. “Berniagalah dengan jujur dan melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Jangan lupa, bayarlah zakat untuk mendapatkan keberkahan”, tambahnya.
Kini Zainuddin telah menambah toko dengan label yang sama, ‘Toko Usaha Dini’ di Blok B No. 100 di pusat perbelanjaan yang sama, tak jauh dari tokonya terdahulu. Kedua tempat usaha itu dikelola ketiga anaknya yang telah dewasa, Mursal, Irvan dan Irwandi dibantu 3 karyawan lainnya. “Saya datang setiap hari untuk mengontrol toko sebentar setelah Shalat Ashar. Bila Jum’at saya fokuskan untuk ibadah dan mengikuti kegiatan dakwah” kata warga Lam Ujung Krueng Barona Jaya, Aceh Besar ini. Sistem penggajian bagi karyawan berdasarkan laba per hari dengan besaran antara Rp. 80 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu yang dibayarkan setiap sorenya. “Saya menerapkan sistem AKAM, ada kerja ada makan,” imbuhnya.
Dari berjualan dan bermitra dengan BQB Cabang Ulee Kareng juga, ia merasa bersyukur karena dapat memenuhi hasratnya sebagai kepala keluarga memiliki rumah pribadi dan beberapa roda 2 dan roda 4. Bahkan pada 2010, ia bersama isteri tercinta dapat melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Saya pun dapat berzakat tepat waktu dan bersedekah dengan nyaman, pungkas Pak Din. ADV/NA. RIYA ISON