MENYAMPAIKAN WASIAT (2)

Surat al-Maidah ayat 107
Jika diketahui bahwa kedua (saksi itu) membuat dosa, maka dua orang yang lain di antara ahli waris yang berhak yang lebih dekat kepada orang yang meninggal (memajukan tuntutan) untuk menggantikannya, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah: “Sesungguhnya persaksian kami labih layak diterima daripada persaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang yang menganiaya diri sendiri”.
Ayat ini melanjutkan pembahasan tentang menyampaikan amanah wasiat pada orang yang diwasiati. Pada kesempatan sebelumnya disebutkan tentang perintah Allah mengangkat dua orang saksi terhadap wasiat yang akan dibuat. Namun, pada ayat ini memberi tuntunan jika ternyata oleh penguasa atau ahli waris dinyatakan bahwa kedua orang yang bersumpah sebelum ini berbohong, yakni Jika ditemukan secara sengaja atau kebetulah bahwa keduanya, yakni saksi-saksi itu, memperbuat dosa, dengan berbohong dalam hal persaksian mereka, maka dua orang yang lain, yaitu dua orang di antara ahli waris, yang berhak dan yang lebih dekat kepada orang yang meninggal untuk menempati tempat keduanya yang ditemukan berbuat dosa itu. Kedua orang ini memajukan tuntutan, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah: “Sesungguhnya persaksian kami, yakni sumpah kami yang berbeda kandungannya dengan persaksian kedua orang sebelum kami, lebih berhak dan lebih layak diterima daripada persaksian kedua saksi itu karena persaksian mereka, dan kami dengan sumpah kami ini tidak melanggar batas, yakni tidak mengada-ada dengan menuduh kedua saksi yang lalu berbohong dan sumpah ataupun kesaksian mereka, sesungguhnya kalau demikian, yakni melampaui batas dan mengada-ada, tentulah termasuk orang-orang zhalim yang menganiaya diri sendiri dan menganiaya pihak lain,”
Dalam ayat ini diterangkan bahwa wasiat begitu pentingnya, agar jangan terjadi perselisihan antara ahli waris. Begitulah ajaran Islam. Generasi penerus harus dibina dan dipelihara agar mereka tetap utuh bersatu mengabdi kepada Allah. Jangan sampai mereka berantakan sesudah meninggal ibu-bapak atau saudara-saudaranya. Wasiat tidak hanya pada masalah harta dan kekayaan, tetapi juga wasiat dalam pendidikan dan keyakinan, sebagai contoh doa Nabi Ibrahim yang mengharapkan anak cucunya menjadi orang shaleh dan hidup makmur patut ditiru dan diteladani, di samping itu, dalam sejarah Islam, dapat dipetik hikmah kisah dari keteladanan rasulullah dan para sahabat dalam memikul wasiat dalam mendakwahkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Wallahu a’lam bi shawaab.