Perangkap Syaitan

oleh: H. Basri A. Bakar
“Sesungguhnya hal tersebut tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti dengan kawan-kawannya,karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetap takulah kepada-KU, jika kamu benarbenar orang-orang beriman.”(QS. Ali Imran: 175).
MENuRuTsebagian ulama, syaitan berasal dari kata syathana; maknanya adalah ba’uda, yakni jauh. maksudnya, syaitan adalah sosok yang jauh dari segala kebajikan. setan juga berarti sosok yang jauh dan berpaling dari kebenaran. Karena itu, siapa saja yang berpaling dan menentang (kebenaran), baik dari golongan jin ataupun manusia, adalah syaitan (al-Qurthubi, I/90, alalusi, I/166).
Allah SWT telah memperingatkan bahwa syaitan adalah musuh yang nyata (‘aduwwun mubin) bagi
manusia (Qs. al-Baqarah: 168). Karena itu, Allah SWT pun telah memperingatkan agar manusia benar-benar memperlakukan syaitan sebagai musuh (Qs Fathir: 6). Di dalam bukunya yang amat terkenal, Talbis Iblis (Tipudaya Iblis), Ibn alJauzi secara panjang lebar mengungkapkan bagaimana sepak terjang syaitan dalam memperdaya manusia, termasuk di dalamnya para ahli ibadah, pembaca al-Quran, ahli hadis, ulama fikih, juga para pengemban dakwah.
Dalam aksinya, boleh jadi syaitan mungkin tidak menghalang-halangi manusia dari ibadah kepada  allah sWT dan amalan yang baik, tetapi ia menyimpangkan niat manusia beribadah atau beramal baik bukan karena allah sWT. Boleh jadi pula syaitan menjadikan manusia ikhlas beramal karena allah sWT, tetapi syaitan berupaya agar manusia beramal tidak sesuai dengan tuntunan rasul-Nya. syaitan menggiring manusia agar mengelu-elukan bid’ah dan meninggalkan sunnah.
Oleh karena itu sebagai orang yang beriman, kita harus menjaga diri dari perangkap syaitan yang tak pernah menyerah untuk menggoda manusia agar terjerumus kepada kemaksiatan dan murka Allah. Kita berlindung kepada allah dari godaan syaitan yang terkutuk.