Berselawat kepada Nabi

Oleh: H. Basri A. Bakar
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya dan ucaplah salam penghormatan kepadanya(2).” (QS. Al-Ahzab: 56).
Selawat adalah jamak dari kalimat shalat yang berarti doa atau seruan kepada Allah SWT. Dalam konteks bahasa, selawat bermaksud mendoakan atau memohon berkat kepada Allah SWT dan melimpahkan rahmat-Nya untuk Nabi dengan ucapan, kenyataan dan pengharapan, semoga beliau (Nabi) senantiasa sejahtera.
Rasulullah SAW telah bersabda: Saya berjumpa Jibril as, maka dia berkata: “Sesungguhnya saya memberi khabar gembira kepadamu bahwa sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman: Barangsiapa memberi salam kepadamu, maka Aku memberi salam kepadanya dan barangsiapa membaca selawat untukmu, maka Aku membaca selawat untuknya”.
Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda : Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah SAW telah bersabda; “Tiada seseorang pun yang memberikan salam kepadaku (setelah kewafatanku), melainkan Allah mengembalikan ruhku sehingga aku dapat menjawab salam orang itu.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).
Dalam hadis lain, dari Anas bin Malik r.a, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan selawat kepadaku satu kali, maka Allah akan berselawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh darjat di syurga kelak.” (HR An-Nasa’i dan Ahmad).
Oleh karena itu mari kura perbanyak selawat kepada Rasulullah di setiap saat dan kesempatan. Membaca selawat untuk Nabi SAW adalah ibadah yang agung dan merupakan salah satu tanda kecintaan kepadaNya sekaligus menjadi faktor utama untuk mencapai syafaat Nabi di hari kiamat kelak.