Kapolresta : Berhenti Gunakan Narkoba Atau Berhenti Jadi Polisi

Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banda Aceh melakukan tes urine terhadap seluruh personil dan pejabat Polresta setempat, Senin (02/01). Tes urine tersebut dimaksudkan untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba di internal kepolisian.
“Kita meminimalisir dari internal dengan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan seluruh personil Polresta Banda Aceh, ini untuk mencegah sedini mungkin anggota-anggota Polri yang teribat narkoba” ujar Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Zulkifli, Senin.
Kapolresta mengatakan tes narkoba diikuti sekitar 1300 personil kepolisian, namun pada tes hari pertama hanya dihadiri 1200 personil, sisanya akan dilakukan tes pada hari berikutnya. Tidak hanya personil polisi, tes Narkoba juga diwajibkan kepada pejabat polresta setempat.
“Semuanya harus tes, sampai dengan personil di polsek-polsek juga, dan termasuk perwiranya semua, kaporles dan wakapolresnya juga tes urine,”lanjutnya.
Dikatakan Kapolresta, pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba rutin dilakukan polresta Banda Aceh, selain tes urine , setiap apel pagi pihaknya juga mengingatkan personil kepolisian kalau mau tetap menjadi anggota Polri maka harus meninggalkan narkoba. Ia berharap tidak ada lagi anggota Polri yang menggunakan narkoba, kalau ada maka resikonya sampai kepada pemecatan.
“Dan setiap saat kita cek pekerjaan yang kita tugaskan kepada mereka sejauh mana dilaksanakan, begitu juga kehadirannya, kalau itu bermasalah maka mereka ini pasti bermasalah, bahkan kita cek sampai kerumahnya kalau ada yang sering tidak masuk tanpa keterangan,”ujarnya.
Kapolresta berharap adanya partisipasi masyarakat dan pihak terkait lainnya seperti TNI dan pemerintah daerah untuk memberantas peredaran narkoba di provinsi Aceh. Pihaknya diakui Kapolresta juga melakukan sosialisasi ke sekolahsekolah dan lapas-lapas yang sangat rawan terjadinya penyalahgunaan narkoba.
Empat Dipecat
Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banda Aceh akan memberhentikan empat anggota polri karena terlibat penyalahgunaan narkoba. Keempat anggota polri yang diberhentikan tersebut merupakan kasus tahun 2014 yang baru saja diputuskan melalui siding etik.
Selain empat personil itu, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Zulkifli mengakui ada sejumlah personil lainnya yang masih menjalani siding kode etik polri.
Kapolresta mengatakan secara keseluruhan tidak kurang dari 10-20 persen personil kepolisian Polresta Banda Aceh terlibat penyalahgunaan dengan berbagai level atau tingkatan. Diakuinya Kapolresta sebagian dari anggota polri yang terlibat penyalahgunaan narkoba bahkan sudah pernah dibina di SPN Seulawah pada masa Kapolda Iskandar Hasan.
“Kalau dikasih tau berulang-ulang nggak mau dengar, maka nggak ada kata lain harus dipecat, orang seperti ini nggak ada lagi rehab, bahkan sudah pernah ditegur berkali-kali,” Ujar Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Zulkifli.
Namun demikian Kapolresta mengakui setiap personil polisi yang sudah terlanjur terlibat narkoba dan masih bisa dibina, pihaknya tetap melakukan pembinaan, namun jika berulang kali maka tidak ada toleransi selain pemecatan. ABI QANITA