Menjejaki Misi Dakwah Radio Dakwah Modern

Seiring dengan perkembangan teknologi, maka segala segi dalam kehidupan ini pun memasuki era modernisasi. Begitu pula dengan dakwah. Sudah merupakan tuntutan era modernisasi bahwa dakwah hari ini pun akan lebih mudah direspon ummat dengan menggunakan perangkat teknologi modern. Metode yang digunakan pun dituntut lebih variatif, edukatif, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Keunggulan Dakwah Radio
Disinilah peran penting radio dakwah. Kelebihan dakwah melalui radio
adalah kemampuannya menjangkau wilayah dalam spektrum yang luas dan dapat diterima oleh siapapun. Materi yang disampaikan oleh radio dapat diakses dengan mudah oleh mereka yang tidak memiliki waktu untuk melihat langsung konten yang disampaikan. Bahkan, oleh mereka yang masih buta huruf dan tuna netra. Konten yang disampaikan oleh
pembicara dalam acara yang diselenggarakan oleh radio juga dapat
direspon secara interaktif oleh pendengar, tanpa harus meninggalkan aktivitas yang sedang dilakukan oleh pendengar.
Secara luas, konten keislaman yang disampaikan melalui radio dapat
memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pendengarnya secara mendalam dengan metode yang lebih fleksibel untuk diserap. Selain melalui jalur on air, radio yang telah memiliki banyak pendengar juga dapat mengadakan acara off air untuk menghadirkan ummat secara masal.
Di jalur off air inilah radio dakwah dapat menyelenggarakan tatap muka
langsung antara dai yang kerap mengisi siaran di radio dengan para pedengarnya. Dengan demikian, keterikatan hati antara radio dengan
pendengar akan semakin kuat terjalin.
Era Streaming
Memasuki era internet, radio dakwah Islam juga ditantang untuk semakin
memodernkan layanannya pada ummat. Kini, semakin banyak radio dakwah yang memanfaatkan internet guna meluaskan jangkauan siarannya dengan fasilitas streaming.
Radio yang berbentuk digital ini disebut juga dengan radio internet.
Secara kuantitatif, penggunaan radio streaming ini lebih unggul dibandingkan radio konvensional. Karena, jangkauan radio streaming
sangat luas dan cakupannya global. Berbeda dengan radio konvensional
yang daya jangkaunya terbatas karena harus menggunakan antena untuk mencapai jangkauan sinyal.
Kelebihan lainnya, radio streaming dapat dinikmati dalam posisi apapun
si pendengar. Mengendarai kendaraan bermotor, berbaring, berjalan, dan berbagai aktivitas lainnya; tanpa harus terpaku oleh tempat, lintas waktu, dan lintas wilayah. Bahkan, kaum Muslimin Indonesia yang sedang berada di negara lain pun tetap dapat mengakses konten Islami dari radio dakwah favoritnya.
Disamping berbagai fasilitas yang diperlukan untuk membangun radio Islami modern, ada bagian inti yang tak boleh dilupakan guna menajamkan identitas sebagai radio dakwah dan mencapai tujuan tujuan, yaitu sebagai radio yang menyiarkan informasi demi kemaslahatan ummat.
Bagian inti tersebut adalah programming atau penataan acara. Selain untuk menajamkan identitas dan tujuan, programming yang tertata dengan baik akan menghasilkan reputasi brand. Brand yang disambut antusias oleh masyarakat akan berdampak pada sirkulasi pemasangan iklan di radio tersebut.
Tata cara siaran radio memiliki lima target utama siaran, meliputi program berkesinambungan , spesial program, program komersil, program inovatif (program yang tidak dimiliki oleh stasiun yang lain, original bukan jiplakan), dan terakhir program yang menyangkut kepercayaan dari pendengar (menyangkut fakta dan pertanggung-jawaban moral).
Radio dakwah modern terutama seorang program director dituntut memenuhi semua target ini dengan baik. Terutama yang berkaitan dengan kebenaran dan pertanggung-jawaban moral pada pendengar.
Karena pada hakikatnya, radio dakwah Islam modern mengemban amanah yang mulia sebagai penyampai kebenaran Allah SWT dan Rasul-Nya. Modernnya fasilitas penunjang, hendaknya merupakan wasilah semata untuk mempermudah diterimanya dakwah pada seluruh lapisan masyarakat, bukan untuk mengikuti standar modern ala kaum westernis dan sekularis.*Ibnu Syafaat