Masjid Bersih

Oleh : H. Basri A. Bakar
“Tempat yang paling dicintai Allah ialah masjid, dan tempat yang paling dimurkai Allah ialah pasar.”(HR. uslim)
MASJiD sebagai tempat ibadah ummat Islam, jumlahnya meningkat setiap tahun. Khusus di Aceh, saat ini jumlah tempat ibadah hampir mencapai 4000 masjid, belum termasuk meunasah, mushalla dan surau. Kondisimasjid pun berlomba-lomba untuk diperluas dan diperindah, baik dari segi fisik bangunan maupun rnamen dan kaligrafinya. Ternyata kita tidak hanya puas dengan keindahannya, namun juga kebersihan. ukankahRasulullah SAW pernah bersabda : “Kebersihan sebagian dari iman….”
Fenomena saat ini sering kita temukan kebanyakan masjid dalam keadaan tidak bersih. Orangpun kadang enggan berhenti untuk shalat di masjid karena pengurus mengabaikan kebersihan. Wajar saja para pengendara lebih senang shalat di tempat pengisian BBM ketimbang masjid. Kebersihan umumnya sulit diperoleh di masjid mulai toilet, tempat wudhuk sampai tikar shalat yang berdebu. Bagaimana kita mau menghadap Sang Pencipta, kalau tempatnya saja tidak bersih. Yang bersih cuma pakaian saja, sementara tempatnya banyak debu dan kotoran.
Mungkin gerakan masjid bisa dimulai di Masjid Raya Baiturrahman, sehingga masjid agung dan masjid jamik bisa menirunya. Saat ini kita melihat Masjid Raya sudah kelihatan semakin bersih, namun tentu saja jamaah berharap dan menuntut lebih dari itu. Oleh karenanya agar semua masjid bersih maka perlu diberi wewenang kepada petugas khusus dengan menyediakan insentif yang memadai. Selain itu untuk memotivasi pengurus masjid, perlu pula diadakan lomba kebersihan untuk moment tertentu oleh pemerintah dengan hadiah yang menarik. Yang paling penting adalah bagaimana memanage masjid menjadi tempat yang nyaman untuk siapapun beribadah di dalamnya, karena pahala shalat di masjid jauh besar dari tempat biasa seperti tempat pengisian BBM.