Memakmurkan Masjid

Oleh : Sayed Muhammad Husen
Memakmurkan masjid adalah tugas utama manajemem masjid, termasuk Masjid Raya Baiturrahman. Lazimnya di Aceh, aktivitas memakmurkan masjid dipisahkan dengan kegiatan pembangunan fisik masjid. Akibatnya, dalam struktur organisasi masjid dipisahkan bidang yang mengurus kemakmuran dengan pembangunan. Memang ada juga yang menyatukannya, namun memisahkan pada pembagian tugas kemakmuran dan tugas pembangunan. Keduaduanya adalah hal penting dalam pengurusan masjid.
Dalam hal ini, Baiturrahman telah berupaya maksimal adanya keseimbangan antara pengurusan kemakmuran dan pembangunan, sehingga diharapkan masjid kebanggaan muslimin Aceh ini menjadi referensi atau contoh dalam pengelolaan masjid. Pengurus masjid di Aceh dapat mempelajari atau mempedomani keunggulan Baiturrahman, dapat diterapkan pada masjid masing-masing.
Secara fisik, dua tahun terakhir, Baiturrahman telah melakukan peningkatan pembangunan fisik diantaranya pengecatan, pemasangan AC, pembersihan lantai, rehab tempat wudhuk dan WC, ruang aula utama dan pengadaan mesin pembangkit listrik. Dengan penataan fisik masjid ini, diharapkan jamaah akan lebih nyaman dalam melaksanakan ibadah.
Sementara dalam hal aktivitas kemakmuran, Baiturrahman senantiasa menjaga kualitas layanan  terhadap jamaah, kebersihan, ketersediaan listrik, air bersih, pesonalia/karyawan dan mengelola berbagai aktivitas pendukung. Aktivitas pendukung Baiturrahman seperti perpustakaan, Taman Pendidikan Al Quran, radio, tabloid, pendidikan bahasa Arab, madrasah tsanawiyah dan aliyah, remaja masjid, BKPRMI, Iskada, pengajian muslimah, peringatan harihari besar Islam, halaqah/ceramah, dayah manyang, parkir, air bersih, ambulance, pernikahan, kebersihan lingkungan, petugas toilet/kamar mandi, dan baitul qiradh.
Aktivitas rutin lainnya: pengajian Al Quran menjelang azan, shalat berjamaah dan khutbah Jumat.  Sumua ini memerlukan perencanaan, pengelolaan dan ketersediaan khadam (karyawan) yang memadai. Karena itu, menajamen Baiturrahman, selain Pengurus (pembuat kebijakan) juga terdapat Pengurus Harian dan, karyawan yang setiap waktu bekerja melayani jamaah dan menyelesaikan berbagai pekerjaan kemakmuran masjid. Beberapa kegiatan memang bekerja otonom dengan tetap berkoordinasi dangan sekretariat masjid.
Dalam beberapa waktu terakhir, ada harapan ummat yang patut mendapat perhatian manajemen masjid: hendaknya Baiturrahman meningkatkan teknologi informasi, sehingga khutbah Jumat, halaqah Maghrib dan kuliah Shubuh dapat diakses melalui internet (streeming) atau media sosial. Selain itu, memproduktifkan harta waqaf yang ada dan mengkampanyekan waqaf baru, sehingga Baiturrahman unggul dalam pengelolaan waqaf.